Jakarta, VoxNTT.com – Kementerian Hak Asasi Manusia (KemenHAM) Republik Indonesia menerima kunjungan Youth Ranger Indonesia dalam kegiatan Institutional Visit bertema “Peran KemenHAM dan Generasi Muda dalam Membangun Indonesia yang Berkeadilan” pada Senin, 15 Juni 2026.
Kegiatan yang berlangsung di lingkungan KemenHAM itu bertujuan memberikan pemahaman kepada peserta mengenai tugas, fungsi, dan peran strategis kementerian dalam penghormatan, perlindungan, pemenuhan, serta penegakan hak asasi manusia (P5HAM).
Staf Khusus Menteri HAM Bidang Pemenuhan HAM, Yosef Sampurna Nggarang, yang menerima kunjungan tersebut menyampaikan pesan Menteri HAM Natalius Pigai mengenai pentingnya hak asasi manusia dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Saya melanjutakan pesan penting pak Mentri, Natalius Pigai,”Hak Asasi Manusia adalah fondasi keadilan dan peradaban,” kata Yos.
Dalam kesempatan itu, Yosef juga mengingatkan peserta dari Youth Ranger Indonesia mengenai nilai-nilai yang melandasi berdirinya Kementerian HAM.
Menurut dia, kementerian tersebut dibangun di atas semangat keberanian dan warisan perjuangan tokoh-tokoh bangsa.
Ia menjelaskan, gedung Kementerian HAM dinamakan Gedung Gus Dur, sementara ruang pelayanan publik diberi nama Ruang Pelayanan Marsinah sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai perjuangan hak asasi manusia.
Melalui pemaparan materi dan diskusi interaktif, peserta memperoleh wawasan mengenai berbagai isu HAM, termasuk perundungan (bullying) di lingkungan pendidikan.
Dalam diskusi tersebut, peserta memahami bahwa perundungan merupakan persoalan yang berkaitan dengan perlindungan hak anak serta hak atas pendidikan yang aman dan bermartabat.
Karena itu, pencegahan perundungan dinilai memerlukan kerja sama antara pemerintah, sekolah, keluarga, komunitas, dan generasi muda untuk menciptakan lingkungan yang inklusif dan bebas dari kekerasan.
Yosef berharap kegiatan tersebut dapat mendorong generasi muda untuk berperan aktif dalam menyebarluaskan nilai-nilai HAM di masyarakat.
Ia menegaskan, peserta diharapkan menjadi agen perubahan yang berkontribusi dalam mewujudkan Indonesia yang lebih adil, aman, dan berkeadaban. [VoN]

