Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Ekbis»Lima Tahun Tanaman Kakao Diserang Hama, Pemkab Matim Tidak Peduli
Ekbis

Lima Tahun Tanaman Kakao Diserang Hama, Pemkab Matim Tidak Peduli

By Redaksi22 Mei 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Dominikus Tutu sedang menunjuk buah kakao yang busuk (Foto: Nansianus Taris/VoN)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT– Dominikus Tutu, warga Wangkung desa Sita kecamatan Rana Mese mengatakan, sudah lima tahun tanaman kakao milik petani di tempat itu diserang hama dan penyakit busuk buah. Sayangnya, Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur (Pemkab Matim) seakan tidak peduli.

Dia mengaku akibat diserang hama dan penyakit, produksi kakao mereka selama lima tahun terakhir juga menurun.

“Ini sudah lima tahun hasil panen kakao menurun. Itu karena buahnya lebih banyak yang busuk. Isinya keras dan menghitam. Penyakit ini sudah berlangsung lama,” kata Domi.

Padahal kata dia, tanaman kakao cukup membantu petani di Wangkung untuk menopang ekonomi keluarga.

“Tetapi sekarang, karena banyak buah yang rusak, kami cukup susah. Sebelumnya kami bisa beli beras dengan jual cokelat. Sekarang sangat kurang. Tidak bisa bantu lagi,” tukas Domi.

Produksi kakao menurun akibat diserang hama dan penyakit buah busuk ternyata tak hanya terjadi di Wangkung-Rana Mese , tetapi juga di tempat lain di Matim.

Anton Rango petani asal desa Lento, Kecamatan Poco Ranaka juga mengeluh dengan penyakit tersebut.

Dia mengatakan sudah lama tanaman kakao diserang penyakit busuk buah. Akibatnya hasil panen kakao semakin berkurang.

“Mau mengeluh kepada siapa. Di Matim tidak ada pegawai lapangan unttuk mengecek kondisi tanaman para petani di desa. Kalau pun ada mungkin mereka tidak tahu,” kata Anton.

Dikatakan, hingga saat ini belum ada penyuluhan dari pemerintah untuk mengatasi dan menghilangkan hama dan penyakit kakao milik petani.

“Diharapkan ke depan, pemerintah lebih peka dan responsif menangani kendala-kendala yang dialami petani di lapangan. Apalagi kita kan mayoritas penduduk sebagai petani,” katanya.

“Sebenarnya pertanian menjadi fokus pemerintah. Coba sesekali turun lapangan. Biar tahu apa kendala yang dihadapi petani. Informasikan tidak bisa datang sendiri di kantor,” tambah Anton.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan Dinas Pertanian Matim belum berhasil dikonfirmasi. (Nansianus Taris/VoN)

Manggarai Timur
Previous ArticleWarga Desak Pemda TTU Segera Mutasi Sekdes Noenasi
Next Article Berita Dokter Vina Heboh, Ini Klarifikasi Kepala KKP Kupang

Related Posts

Gubernur NTT Lantik Direksi PT Flobamor dan KIB, Pemprov NTT Tambah Modal

27 Mei 2026

Kasus Dugaan Korupsi Eks Kadis DP3AKB Manggarai Timur Didorong Masuk Ranah Hukum

23 Mei 2026

Warga Rana Mese Titip Harapan Jembatan Permanen di Wae Musur kepada DPRD Matim

22 Mei 2026
Terkini

Karya untuk Makan dan Minum dalam Persekutuan Tubuh dan Darah Kristus

7 Juni 2026

Gabriel Goa Desak Penuntasan Kasus TPPO Mariance Kabu dan Yuliana Dopo

6 Juni 2026

Ahli Waris Yakin PN Kupang Putus Objektif Gugatan Peralihan Sertifikat dan Rumah

6 Juni 2026

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

Peti Persembahan vs Peti Mati

6 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.