Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»VOX POPULI»MAHASISWA»Tekan Angka KDRT, Mahasiswa Undana Gelar Sosialisasi Hukum di Ngada
MAHASISWA

Tekan Angka KDRT, Mahasiswa Undana Gelar Sosialisasi Hukum di Ngada

By Redaksi7 Juni 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Mahasiswa KKN Fakultas Hukum Undana II Bajawa, Sedang memberikan sosialisasi tentang kekerasan dalam rumah tangga, kepada masyarakat RT O7, Dusus Boraga Desa Ubedolumolo, Kecamatan Bajawa, Kabupaten Ngada.
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Bajawa, Vox NTT– Para mahasiswa Kerja Kuliah Nyata (KKN) dari Fakultas Hukum Undana II Bajawa menggelar penyuluhan hukum kepada masyarakat di RT 07, Dusun Boraga, Desa Ubedolumolo, Kecamatan Bajawa, Kabupaten Ngada, Selasa (6/6/2017) malam.

Pe‎nyuluhan hukum ini dilakukan untuk meminimalisasi angka Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).

Zakarias Latong dan ‎Nurya Datus, ‎dua mahasiswa Fakultas Hukum Undana II Bajawa kepada VoxNtt.com, Rabu (‎7/6/2017), mengatakan‎ ketegangan maupun konflik dalam rumah tangga merupakan hal yang wajar dan hampir semua keluarga pernah mengalaminya.

Zakarias Latong mengaku, dari sekian konflik itu terdapat penyelesaian yang berbeda-beda di masing-masing rumah tangga.

Apabila diselesaikan dengan baik, maka  setiap anggota keluarga dapat memperoleh nilai positif yang berharga, dimana dapat menyadari dan memahami   perasaan serta kepribadian dari masing- masing pasangannya.

Lebih lanjut Aris yang biasa ia disapa, penyebab utama kekerasan dalam rumah tangga adalah adanya kekuasaan yang tidak seimbang antara suami dan istri. Salah satunya menganggap bahwa mereka yang paling berkuasa dan menjadi penentu segala sesuatu dalam keluarga. Sehingga, salah satu pihak merasa ada diskriminasi.

Misalnya, sebut Aris, masalah peerokonomian keluarga. Menikah pada usia muda dan kurangnya komunikasi yang harmonis dalam keluarga.

Hal itu tentu perlu adanya komunikasi yang baik agar tercipta rumah tangga yang harmonis yang saling mendukung.

Teman Aris, Nurya Datus,  dalam kesempatan tersebut kekerasan terhadap anak dalam keluarga disebabkan karena kekeliruan pemahaman.

Seringkali masyarakat atau orangtua menganggap bahwa kekerasan terhadap anak dalam rumah tangga adalah hal yang wajar untuk mendidik kedisiplinan.

Kata dia, orangtua lupa bahwa dialah yang paling bertanggungjawab dalam mengupayakan kesejahteraan, perlindungan, peningkatan dan kelangsungan hidup, serta mengoptimalkan tumbuh kembang anaknya.

Dikatakan Keluarga merupakan tempat pertma kali anak  belajar  mengenal aturan hidup keluarga dan masyarakat  sehingga hindari anak dari labeling yang negatif terhadap anak karena akan berpengaruh terhadap tumbuh kembangnya anak ke depan. (Arkadius Togo/VoN)

Ngada
Previous ArticlePenyidikan Perkara 5 Guru SMK Mathilda Nagekeo Sudah P21
Next Article Mengintip Keluarga Tukang Sapu Jalan di Kota Ende

Related Posts

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

BEM FISIP Undana Gelar Pengabdian di Desa Tanah Merah, Angkat Pendidikan Politik hingga Kewirausahaan

1 Maret 2026

Wagub NTT Raih Doktor Ilmu Administrasi di Undana

27 Februari 2026
Terkini

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.