Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»VOX POPULI»VOX GURU»Oknum Kepsek di TTU Diduga Lakukan Pungli Dana PIP
VOX GURU

Oknum Kepsek di TTU Diduga Lakukan Pungli Dana PIP

By Redaksi16 Juni 20173 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi Pungli
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kefamenanu,Vox NTT-Oknum Kepala Sekolah (Kepsek) SMAN 1 Manufui, Kecamatan Biboki Selatan, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) berinisial VP diduga telah melakukan pungutan liar (Pungli) saat pencairan dana Program Indonesia Pintar (PIP).

Pasalnya, VP secara sepihak memotong dana sebesar Rp 200 ribu dengan dalil uang komisi PIP dan administrasi.

Dugaan pungli tersebut terungkap saat orangtua siswa penerima PIP diminta datang ke sekolah guna  untuk pencairan pada Kamis, 15 Juni 2017.

“Beasiswa per siswa kan Rp 1 juta, tapi dari 1 juta tersebut sebesar Rp 725 ribu untuk uang sekolah dan juga ada lagi potongan Rp 200 ribu katanya uang komisi PIP, uang komisi sampai Rp 200 ribu ini yang kami tidak puas karena memang sebelumnya tidak ada kesepakatan,” ungkap salah satu orangtua siswa SMAN 1 Manufui penerima beasiswa PIP yang meminta namanya dirahasiakan kepada VoxNtt.com, Jumat (16/6/2017).

Sumber VoxNtt.com tersebut meminta agar apa yang menjadi hak murid harus diberikan untuk dapat memenuhi keperluan sekolah penerima.

Orangtua siswa itu berharap agar dugaan Pungli oleh VP  bisa mendapatkan perhatian khusus dari pihak terkait agar tidak berdampak negatif pada siswa.

“Kita juga mengerti tapi potongan cukup Rp 5 ribu atau Rp 10 ribu saja to, ini sampai Rp 200 ribu memang, kalau jumlah sampai 200 lebih ini sudah berapa totalnya?,” tegasnya sambil menunjukkan bukti kuitansi penerimaan dana PIP.

Orangtua murid lainnya mengungkapkan, sebelum ia enemui bendahara sekolah, VP sempat mengutarakan bahwa bagi siswa – siswi yang sudah lunas uang sekolahnya cukup dipotong setengah.

Anehnya saat orangtua murid itu menemui bendahara sekolah malah dilakukan potongan seluruhnya yakni Rp 200.000.

Bahkan saat orangtua melakukan protes, VP malah meminta agar yang tidak setuju dengan tindakan tersebut silahkan memindahkan anaknya dari sekolah tersebut.

“Kami minta biar setengah saja dari total dana Rp 1 juta tersebut nanti baru dilengkapi lagi karena memang pemotongan Rp 725 ribu itu untuk tahun ajaran 2017/2018  agar bisa membeli seragam dan sepatu tapi tetap mereka tolak,” ungkapnya.

Sementara itu, VP ketika dikonfirmasi VoxNtt.com di gedung SMAN 1 Manufui membantah telah melakulan pemotongan sebesar Rp 200 ribu per siswa penerima beasiswa PIP untuk komisi.

“Tidak ada istilah uang komisi PIP, potongan tersebut sudah sesuai kesepakatan awal tahun ajaran untuk kepentingan uang les sore bagi siswa kelas 3 dan juga untuk uang sekolah siswa,” tegasnya.

Dia mengaku merasa kesal dengan ulah oknum tertentu yang telah melakukan pengrusakan terhadap motor miliknya pada hari kamis. VP menduga hal tersebut dilakukan oleh pihak yang tidak puas dengan kebijakan tersebut.

Dia menegaskan, ke depan dirinya tidak akan mau mengurus lagi proses pencairan dana PIP karena tidak saling pengertian antara dirinya dengan orangtua.

“Silahkan besok pak datang karena besok pembagian raport sekaligus klarifikasi terkait hal ini biar semuanya clear,” tegas VP. (Eman Tabean/VoN)

TTU
Previous ArticleBupati Tote Ingatkan Mobil Dinas Tidak Boleh Digunakan untuk Urusan Politik
Next Article Mau Nyogok Polisi, Pemuda Ini Malah Kena Gaplok

Related Posts

Desa Lotas Rawan Longsor dan Belum Memiliki Batas Wilayah yang Jelas

8 Maret 2026

Kisah Nangadhero, Desa Pesisir di Nagekeo Tempat Petani dan Nelayan Menjaga Harmoni

7 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026
Terkini

Desa Lotas Rawan Longsor dan Belum Memiliki Batas Wilayah yang Jelas

8 Maret 2026

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.