Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Polres Manggarai Diminta Usut Tuntas Kasus Dugaan Pemerkosaan di Rongga Koe
HEADLINE

Polres Manggarai Diminta Usut Tuntas Kasus Dugaan Pemerkosaan di Rongga Koe

By Redaksi7 Juli 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi pemerkosaan
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT– Keluarga AD (13), korban dugaan pemerkosaan meminta pihak Polres Manggarai segera mengusut tuntas kasus yang menyebabkan anak pertama dari 2 bersaudara itu harus dirawat di susteran Gembala Baik Ruteng.

AD sendiri berasal dari Beker, Desa Rongga Koe, Kecematan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur (Matim).

Paman AD, Ramly Turu mengatakan meski belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian, namun ia sangat yakin keponakannya diperkosa.  Sebab, AD sudah pernah menceritakan kejadian yang menimpa dirinya kepada keluarga.

Ramly mengatakan berdasarkan laporan korban, dia diperkosa oleh kakak dari bapaknya dan tiga pelaku lain dari tetangga rumah sejak kelas 3 SD.

AD sekarang sudah tamat SD.  Dia baru menceritakan kepada kedua orangtuanya karena suatu malam pelaku ada di rumah mereka.

Dia takut lalu berlari memeluk ibunya. Setelah itu, AD memberitahukan semua kejadian yang menimpa dirinya. Paginya AD langsung ke puskesmas Borong untuk diperiksa.

Dikatakan Ramly, setelah diperiksa keluarga langsung melapor kejadian tersebut ke Polsek Wae Lengga. Itu pada tanggal 25 Januari dan 3 Februari 2017.  Tetapi sampai saat ini belum ditindaklanjuti oleh polisi.

“Ada kopian surat laporan di kami. Dan rekaman cerita dari korban. Kami juga sudah cek di KPAI di Polres Manggarai tetapi jawaban belum ada laporan dari Polsek Wae Lengga,” kata Ramly.

Dia mengaku sempat menghubungi Kapolsek Wae Lengga. Namun jawabannya akan diadakan gelar perkara setelah libur lebaran.

Tetapi sampai saat ini tidak ada panggilan dari Polsek Wae Lengga. Hasil visum pun tidak ditunjukan kepada keluarga.

Ramly dan keluarga berencana akan membuat aksi damai di Polres Manggarai jika saja kasus itu hingga akhir Juli belum juga ditangani.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan pihak Polres Manggarai belum berhasil dikonfirmasi. (Nansianus Taris/VoN)

 

Manggarai Timur
Previous ArticleWadah Borong Ojek Ditunggangi Kepentingan Politik ?
Next Article Hanura Matim Komitmen Beri Perlakuan yang Sama Untuk Semua Kandidat

Related Posts

Kompak Indonesia Desak KPK Audit Dugaan Korupsi Proyek RSUD Borong Rp19,4 Miliar

19 Juli 2026

Dugaan Pungli Pengambilan SKL dan Ijazah di SMPN Satap Munde Matim, Warga Desak Dinas Tindak Tegas

18 Juli 2026

Demokrat Manggarai Timur Tanam 250 Pohon dan Bersihkan Pantai Borong

17 Juli 2026
Terkini

Gubernur NTT Minta PMKRI Tetap Jadi Mitra Kritis Pemerintah

21 Juli 2026

Bupati Matim Dorong Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Manggarai Raya

20 Juli 2026

Bupati Manggarai Harap Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Daerah 3T

20 Juli 2026

Bantuan Rp100 Juta per Desa Mulai Diimplementasikan, Bapperida NTT Intervensi Manulai 2

20 Juli 2026

PMKRI Perkuat Komitmen Kawal Pembangunan dan Kebijakan Nasional

20 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.