Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Ketua DPRD Nagekeo Pertanyakan Penambahan Dana TdF
NTT NEWS

Ketua DPRD Nagekeo Pertanyakan Penambahan Dana TdF

By Redaksi12 Juli 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Para petani di Borong sedang menyaksikan TdF 2016 dari sawah mereka (Foto: Okezone.com)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Mbay, Vox NTT-Ketua DPRD Nagekeo, Marselinus Fabianus Adjo Bupu mempertanyakan penambahan dana kegiatan Tour de Flores 2017 oleh pemerintah di kabupaten itu yang mencapai hampir Rp 1 Miliar.

Ia mengaku kaget ketika dengan penambahan hampir Rp 1 Miliar untuk kegiatan balap sepeda di Pulau Flores itu.

Padahal lembaga DPRD telah mengalokasikan dana sebesar Rp 114 juta dari APBD Induk Tahun Anggaran 2017.

Namun, kabarnya ada kenaikkan hampir mencapai satu miliar kendati DPRD tidak pernah mengetahinya.

Karena itu, kata Adjo Bupu, mekanisme penggunaan keuangan daerah perlu dilihat baik sesuai dengan Permendagri Nomor 33 Tahun 2017 tentang pengelolaan keuangan daerah.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Nagekeo, Andreas Ndona mengatakan untuk menyukseskan kegiatan TdF pihaknya menyediakan anggaran sekitar Rp 1 Miliar.

Menurut Andreas, dana sebesar itu akan dialokasikan untuk 9 item pembelajaan.

Pertama, branding mobil sebanyak 14 unit sekitar Rp 16.800.000.

Kedua, belanja barrier 800 m kiri-kanan jalan menjelang finish dengan harga senilai Rp 50 juta lebih.

Ketiga, route sign age 50 buah dengan jumlah dana yang dibutuhkan sebesar Rp 13.750,000,

Keempat, belanja route arrow sebanyak 100 buah dengan dana yang dibutuhkan Rp 45.000.000.

Kelima, biaya mobil commisaire enam unit sebanyak Rp 54 juta yang dilengkapi dengan peralatan lomba.

Ketujuh, belanja time system sebanyak dua unit dengan dana yang dibutuhkan sebesar Rp 44 juta.

Kedelapan, menyewa radio communication sebanyak dua unit dengan harga Rp 44 juta.

Kesembilan, menyewa peralatan teknis sebanyak satu paket dengan dana yang dibutuhkan sebesar Rp 28 juta lebih, serta belanja race manual sebanyak 300 eksemplar sebesar Rp 18 juta lebih.

“Sementara sisanya adalah dana yang digunakan oleh kita sendiri untuk biayai rapat-rapat, Konsumsi bagi para peserta lomba race, penginapan, sewa sanggar seni, drum band dan lain sebagainya,” kata Andreas kepada VoxNtt.com di ruang kerjanya, Selasa (11/7/2017). (Arkadius Togo/VoN)

Nagekeo
Previous ArticleDipecat dari PDIP, Yakobus Susu Ajukan Gugat‎an ke PN ‎
Next Article Independensi Inspektorat Matim Diragukan

Related Posts

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Kisah Nangadhero, Desa Pesisir di Nagekeo Tempat Petani dan Nelayan Menjaga Harmoni

7 Maret 2026
Terkini

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.