Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Bertemu Jokowi, PMKRI Soroti Masalah HAM Papua
HEADLINE

Bertemu Jokowi, PMKRI Soroti Masalah HAM Papua

By Redaksi22 Agustus 20171 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Presiden Jokowi dan Ketua PP PMKR Angelo Wake Kako pose usai tatap muka di Istana Negara, Selasa 22 Agustus 2017
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Jakarta, Vox NTT-Kasus pelanggaran HAM di Indonesia adalah persoalan penting yang harus diselesaikan oleh Pemerintahan Jokowi-JK.

Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PP PMKRI) menyoroti hal tersebut dalam pertemuan bersama Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Selasa siang (22/8/2017).

PMKRI sebagai elemen mahasiswa tentunya selalu merespon setiap persoalan kebangsaan, salah satunya adalah penegakan HAM di Indonesia.

“Kita berharap agar pemerintah segera menuntaskan persoalan HAM di Indonesia, khususnya Papua,” ‎kata Ketua Presidium Pengurus Pusat PMKRI, Angelo Wake Kako ‎kepada VoxNtt.com melalui pesan WhatApps, Selasa sore.

Angelo menyatakan, PMKRI  tidak meginginkan niat baik Pemerintah Jokowi yang selama ini fokus membangun Papua akhirnya tidak dihargai karena terus bermunculan peristiwa pelanggaran HAM.

Ia memberikan contoh terakhir adalah kasus penembakan di Deyai Papua.

Merespon pernyataan PMKRI, kata Angelo, Presiden Jokowi menggarisbawahi berkaitan dengan pelanggaran HAM khususnya di Papua.

Jokowi menegaskan perlu waktu untuk menyelesaikan persoalan HAM Papua. Saat ini pemerintah terus membangun komitmen untuk mengarahkan penanganan persoalan di Papua dari pendekatan keamanan menuju pendekatan kesejahteraan.

“Kami fokus membangun Papua dengan hati, memang butuh waktu, tetapi kita harus optimis sebagai sebuah bangsa,” ucap Jokowi ditiru Angelo.‎ (Arkadius Togo/AA/VoN)

Nasional
Previous ArticlePemkab Mabar Didorong Perkuat Tata Kelola Bentang Alam Mbeliling
Next Article Lamafa, Novel Karya Fince Bataona Diluncurkan

Related Posts

Perkuat Kedamaian dalam Bingkai Toleransi, Benny Harman Buka Puasa Bersama Umat Muslim di Labuan Bajo

27 Februari 2026

Perjuangan Mama Sebina: Bertahan Hidup, Sekolahkan Anak di Tengah Kemiskinan Manggarai Timur

25 Februari 2026

GMNI Kritik Presiden Prabowo, Akses Ekspor Nelayan Dinilai Tak Signifikan Tanpa Perbaikan Kepemilikan Kapal

17 Februari 2026
Terkini

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026

Kisah Nangadhero, Desa Pesisir di Nagekeo Tempat Petani dan Nelayan Menjaga Harmoni

7 Maret 2026

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.