Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Mahasiswi Belu Diduga Meninggal Tidak Wajar, Keluarga Bertemu Polda DIY
NTT NEWS

Mahasiswi Belu Diduga Meninggal Tidak Wajar, Keluarga Bertemu Polda DIY

By Redaksi23 Agustus 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Almahruma Mariane Ninchi Beas. (Foto:Dok Keluarga)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Atambua, Vox NTT-Kasus kematian yang diduga tidak wajar pada mahasiswi asal Belu, Mariane Ninchi Bea mengundang keprihatinan besar pihak keluarga.

Keluarga Ninchi pun mengambil inisiasi untuk bertemu pihak Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Mahasiswi pada Akademi Manajemen Yogyakarta itu jatuh sakit di kosnya pada tanggal 29 Juni 2017.

Ninchi kemudian diantar teman-teman kosnya ke Rumah Sakit Wirosaban Yogyakarta.

Karena tidak tertolong, pada1 Juli 2017 korban dirujuk ke Rumah Sakit Sardjito Yogyakarta. Ia selanjutnya dioperasi cecar pada 2 Juli 2017.

Operasi berhasil dan janin yang dikeluarkan  sudah meninggal.

Pasca operasi, korban dirawat di Rumah Sakit Sardjito selama sembilan hari dan pada 11 Juli 2017 korban menghembuskan nafas terakhir.

Perwakilan keluarga, Paulus Bau Modok kepada VoxNtt.com, Rabu (23/8/2017) mengatakan, pihaknya ingin mengetahui secara pasti penyebab kematian Ninchi.

“Kami menduga telah terjadi error in persona dalam penanganan pasien di Rumah Sakit Sardjito Yogyakarta. Karena itu keluarga membawa kasus ini kepada Polda DIY dengan Surat Pengajuan Nomor ; Reg/0510/VIII/2017/DIY/SPKT tertanggal 15 Agustus 2017,” jelas Paulus kepada  VoxNtt.com melalui messenger.

Dijelaskan, dalam laporan itu keluarga meminta pihak kepolisian DIY untuk membongkar misteri kehamilan Ninchi hingga dia meningal dunia.

Keluarga tidak mengetahui siapa laki-laki yang telah menghamili korban hingga akhirnya mengalami depresi dan jatuh sakit.

“Kami sangat berharap pihak Polda DiY bisa membongkar kasus kematian tidak wajar anak kami agar menjadi pembelajaran bagi semua pihak sehingga kejadian serupa  tidak terulang lagi untuk anak-anak NTT,” ujar Paulus. (Marcel/AA/VoN)

Belu
Previous ArticleKasus Proyek Lando-Noa Akan Dilakukan Pemeriksaan Setempat
Next Article Ditentang Warga, Pembagian Sawah Mbay Kiri‎ Berhenti

Related Posts

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026

Pemprov NTT Harus Lobi Pemerintah Pusat soal Nasib 9.000 PPPK

5 Maret 2026
Terkini

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.