Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»VOX POPULI»VOX DESA»Pendamping Desa di Mabar Jarang Turun Lapangan
VOX DESA

Pendamping Desa di Mabar Jarang Turun Lapangan

By Redaksi24 Agustus 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Sosialisasi Dana Desa oleh TP4D Kabupaten Mabar
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Labuan Bajo, Vox NTT-Pendamping desa yang bertugas di Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) dinilai jarang turun ke desa untuk melaksanakan tugasnya.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Desa (Kades) Galang Kecamatan Welak, Ari Samsung saat sosialisasi dana desa oleh TP4D di Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Mabar, Kamis (24/8/2017).

Ari Samsung mengatakan di Desa Galang hingga saat ini tugas dan fungsi pendamping desa belum maksimal.

Mereka jarang turun ke desa dan tidak pernah melakukan kegiatannya sebagai pendamping desa.

“Tugas pendamping untuk melakukan musyawarah sama sekali tidak dilakukan. Padahal pendamping mempunyai tugas itu,” ujar Ari.

Dia mengaku semua tugas pendamping selama ini terpaksa diambil alih oleh Kades sendiri dan staf desa. Tugas itu seperti melakukan musyawarah pada tingkat dusun dan RT.

“Pendamping jarang turun di Desa Galang. Bahkan kita tidak pernah tahu apa tugas pendamping sebenarnya,” katanya.

Koordinator Pendamping Desa di Kabupaten Mabar, Indra Jaya Uruhue mengaku jumlah pendamping sangat terbatas . Hal itu yang menyebabkan para pendamping desa jarang turun ke desa.

Selain itu, letak topografi Mabar yang sangat luas membuat para pendamping susah menjangkau seluruh desa.

“Satu orang pendamping menangani 4 desa. Apalagi singal tidak ada di desa sehingga sangat susah memantau pendamping desa di lapangan, ” jelas Indra.

Dia mengaku dalam beberapa bulan ke depan dirinya akan mengevaluasi seluruh pendamping desa di Mabar.

Evaluasi kinerja bagi pendamping direncanakan akan dilakukan sekali dalam tiga bulan.

“Ini masukan bagi pendamping. Apalagi para pendamping baru bekerja satu tahun. Harapannya, tahun berikut para pendamping benar-benar menjalankan tugasnya, ” tutup Indra. (Gerasimos Satria/AA/VoN)

Manggarai Barat
Previous ArticleKades di TTU Diminta Transparan Dalam Pengelolaan Dana Desa
Next Article Ini Kondisi Terkini Pria Asal TTU yang Ditahan Polisi Nigeria

Related Posts

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Pemkab Manggarai Barat Usulkan Satgas Perizinan untuk Perkuat Pengawasan Usaha

4 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Tinjau Pembangunan Sanitasi dan Lokasi HPL di Manggarai Barat

4 Juni 2026
Terkini

Karya untuk Makan dan Minum dalam Persekutuan Tubuh dan Darah Kristus

7 Juni 2026

Gabriel Goa Desak Penuntasan Kasus TPPO Mariance Kabu dan Yuliana Dopo

6 Juni 2026

Ahli Waris Yakin PN Kupang Putus Objektif Gugatan Peralihan Sertifikat dan Rumah

6 Juni 2026

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

Peti Persembahan vs Peti Mati

6 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.