Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Masyarakat Belum Dikatakan Makan, Jika Belum Makan Nasi
Regional NTT

Masyarakat Belum Dikatakan Makan, Jika Belum Makan Nasi

By Redaksi22 Oktober 20162 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Orang Manggarai belum dikatakan  makan kalau belum makan nasi, hal itu yang menyebabkan beras menjadi idola padahal ada masih banyak pangan lokal yang kandungan gizinya tinggi.

Borong, VoxNtt.com-Bupati Manggarai Timur Drs. Yoseph Tote M.Si menyampaikan fenomena sosial ini saat puncak Hari Pangan Dunia (HPS) tingkat kabupaten Manggarai Timur di Paroki Lawir, Jumat (21/10).

Bupati Tote pada kesempatan itu mengajak masyarakat Manggarai Timur untuk kembali melihat pangan lokal seperti  jagung,  lempang, sela, uwi, tese,dan  teko (keladi) yang memiliki kandungan gizi  tinggi.

Pangan lokal ini, demikian Tote, memiliki hubungan dengan 3 (tiga) komponen utama ketahanan pangan yang disampaikan World Health Organization (WHO) yakani ketersediaan pangan, akses pangan dan pemanfaatan pangan.

“Ketiga komponen ini berhubungan dengan pencapaian pembangunan guna mengatasi kerawanan pangan dan kemiskinan, dengan fokus peningkatan ketahanan pangan pada tingkat rumah tangga” jelasnya di hadapan ratusan peserta yang hadir dalam acara itu.

Acara ini juga diwarnai dengan berbagai kegiatan seperti  pasar pangan, jajanan kreatif, lomba stand pameran, lomba asa terampil, lomba unjuk tangkas, lomba duta pangan lokal, lomba giring bola dengan terung dan lomba lari karung.

Foto: Ratusan peserta menghadiri acara puncak HPS di Lawir, Matim
Foto: Ratusan peserta menghadiri acara puncak HPS di Lawir, Matim

Kegiatan HPS yang dilaksankan selama tiga hari dengan Peserta HPS berasal dari sembilan kecamatan, BPK, PKK, KTNA, Utusan Gapoktan dan Poktan.

Pantauan VoxNtt.com pada  Puncak HPS diawali penjemputan Bupati dan rombongan dilanjutkan  diskus dalam forum Lonto leok terkait rencana ketahanan pangan ke depan. Setelah selesai diskusi Bupati bersama seluruh peserta HPS mengunjungi stand pameran pangan lokal.

Hadir dalam puncak HPS Bupati Matim Yoseph Tote, ketua PKK Maria Yosefina Tote, Ketua DPRD Lucio Modo, Wakil ketua DPRD Gongorius Bajang,  pimpinan SKPD, Para Camat, Kepala Desa, Pastor Paroki Lawir Romo Rofinus Abin Pr, peserta HPS dari sembilan kecamatan.

Manggarai Timur
Previous ArticleKades Diminta Bentuk BUMDes
Next Article BI NTT Pentaskan Tari Tradisional di Bandara Komodo

Related Posts

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

‘Gema Mabar’ Diluncurkan, Pemkab Manggarai Barat Fokus pada Ketahanan Pangan hingga Pariwisata Berkelanjutan

2 Juni 2026

Manggarai Barat Dorong Koperasi Desa Merah Putih Beroperasi Meski Belum Punya Gerai

30 Mei 2026
Terkini

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

Peti Persembahan vs Peti Mati

6 Juni 2026

Jejak Skandal AKP Serfolus Tegu: Istri Simpanan, Dugaan Kekerasan hingga Laporan ke Propam

5 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Alarm dari Kupang: Reformasi Radikal Pengendalian PAD

4 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.