Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Belum Ada Tersangka dalam Kasus Kematian Dua Guide di Hotel Safari Ende
NTT NEWS

Belum Ada Tersangka dalam Kasus Kematian Dua Guide di Hotel Safari Ende

By Redaksi4 September 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Petugas dari Polres Ende saat melakukan identifikasi di kamar 3 hotel Safari beberapa waktu lalu. (Foto : Ian Bala)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ende, Vox NTT-Hingga kini, pihak Kepolisian Resort (Polres) Ende belum menetapkan tersangka kasus kematian dua guide yakni Vindhya Bhiramatika Sabnani (33) dan Tubagus Shobarun Syakur (23).

Diketahui, dua guide sekaligus traveler ini meninggal dunia di kamar mandi, kamar nomor 3 Hotel Safari, Jalan Ahmad Yani, Ende Flores NTT. Keduanya ditemukan meninggal, Rabu (24/5/2017) siang.

Kapolres Ende, AKBP Ardiyan Mustaqim mengaku, pihaknya mendatangkan Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Denpasar untuk memeriksa instalasi listrik pada shower kamar mandi Hotel Safari.

Hal ini dilakukan untuk mengetahui penyebab kematian dua traveler tersebut.

“Setelah tiba disini kami langsung arahkan ke TKP untuk melakukan penyelidikan,” kata Kapolres Ardiyan di Mapolres Ende, Senin (4/9/2017) siang.

Soal hasil penyelidikan Tim Labfor, jelas Kapolres, belum diterima hingga saat ini. Pihaknya masih menunggu hasil identifikasi tersebut.

“Belum kita tetapkan tersangkanya. Kan nanti ada keterangan saksi ahli instalasi dan sebagainya. Jadi, kami belum menerima hasil pemeriksaan tim itu. Kalau sudah dapat hasil, nanti kita akan pendalaman lagi,” jelas Kapolres.

Seperti diberitakan, penyebab kematian dua pelaku pariwisata tersebut diduga terkena setrum pada shower saat sedang mandi.

Hal ini dibuktikan dengan hasil visum et repertum Dokter Asty, yang menyatakan terdapat luka bakar pada tangan.

Meski demikian pihak Kepolisian terus melakukan pemeriksaan alat bukti serta keterangan beberapa saksi ahli untuk menentukan penyebab kematian dua pelaku wisata tersebut.***(Ian Bala/VoN)

Ende
Previous ArticleHari Pelanggan Nasional, PLN FBB Fokus Serap Aspirasi
Next Article Galian C Ditutup Polisi, Pemkab dan DPRD Matim Dinilai Apatis

Related Posts

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026
Terkini

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.