Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»‘Jajan Sembarang’ Penyebab Tingginya HIV/AIDS di TTU
NTT NEWS

‘Jajan Sembarang’ Penyebab Tingginya HIV/AIDS di TTU

By Redaksi15 September 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ketua KPA Kabupaten TTU,dr.Rienarmy Usfinit, MPH
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kefamenanu,VoxNTT-Jumlah penderita HIV/AIDS di kabupaten TTU semakin hari terus meningkat. Sesuai dengan data yang berhasil dihimpun oleh Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) kabupaten TTU, dari tahun 2006 hingga akhir tahun 2016 jumlah pengidap HIV/AIDS mencapai 340 orang.

Namun dari total jumlah tersebut yang mau untuk berobat hanya puluhan orang saja sedangkan sisanya menghilang dari pantauan KPA.

“Sampai akhir tahun 2016, total pasien penderita HIV/AIDS yang sudah meninggal dunia jumlahnya mencapai 167 orang, ini jumlah yang sangat besar” jelas ketua KPA kabupaten TTU dr.Rienarmy Usfinit ,MPH saat ditemui VoxNtt.com di ruang kerjanya pada hari jumat(15/09/2017).

Usfinit menjelaskan bahwa tingginya jumlah masyarakat TTU yang bekerja di luar daerah maupun luar negeri merupakan salah satu penyebab tingginya angka penderita HIV/AIDS di kabupaten ini.

Pasalnya, para tenaga kerja tersebut rentan terkena penyakit mematikan tersebut dan saat kembali pun pihak dinas tenaga kerja dan transmigrasi tidak melakukan pemeriksaan kesehatan kepada para tenaga kerja tersebut sehingga dapat menularkan virus HIV/AIDS kepada pasangannya.

“Mereka yang kerja di luar daerah tidak dibekali dengan pemahaman yang cukup tentang penularan penyakit HIV/AIDS sehingga saat di tempat kerja karena ‘jajan sembarangan’ akhirnya tertular penyakit berbahaya ini”jelasnya.

Guna mengatasi hal ini lanjut Usfinit, diperlukan kerjasama dari semua stackholder termasuk unsur pimpinan umat beragama.

Selain itu, kata Usfinit saat ini pihaknya intens turun ke kecamatan-kecamatan untuk memberikan sosialisasi serta pemahaman kepada masyarakat tentang penyakit HIV/AIDS .

Dalam kesempatan tersebut Usfinit menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk berani melakukan pemeriksaan darah agar dapat diketahui secara apabila mengidap penyakit ini.

Selain itu ia pun menghimbau kepada masyarakat agar tidak mengucilkan pasien penderita HIV/AIDS dari pergaulan namun tetap menghibur dan memberikan penguatan kepada mereka.

“Virus HIV/AIDS itu tidak menyebar karena kita bersentuhan kulit,dekati dan berikan penguatan kepada mereka yang menderita penyakit ini karena mereka itu tetap saudara dan saudari kita”ungkap Usfinit.(Eman/ VoN).

TTU
Previous ArticleDi Ende, Kasus HIV-AIDS Tertinggi Ibu Rumah Tangga
Next Article Math Sakeus, Menginspirasi Lewat Lukisan

Related Posts

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026

Pemprov NTT Harus Lobi Pemerintah Pusat soal Nasib 9.000 PPPK

5 Maret 2026
Terkini

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026

Kisah Nangadhero, Desa Pesisir di Nagekeo Tempat Petani dan Nelayan Menjaga Harmoni

7 Maret 2026

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.