Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Proyek Gorong-gorong Irigasi Wae Kuli Disoal Warga
Regional NTT

Proyek Gorong-gorong Irigasi Wae Kuli Disoal Warga

By Redaksi29 September 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kondisi gorong-gorong yang retak sebelum digunakan
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, Vox NTT- Proyek pembangunan gorong-gorong irigasi Wae Kuli di Desa To’e Kecamatan Reok Barat Kabupaten Manggarai disoal warga setempat.

Proyek itu disoal lantaran tak dilengkapi papan informasi. Padahal, papan informasi itu sangat penting bagi masyarakat dalam mengawasi pelaksanaan proyek tersebut.

“Karena (papan informasi) itu tidak ada, jadinya kami bingung ini proyek punya siapa dan sampai kapan dia kerja. Soalnya kan proyek ini sudah lama, kalau saya tidak salah sejak tahun 2012,” ujar Nadus, Warga To’e kepada VoxNtt.com Kamis (21/9/2017).

Selain itu, dia juga persoalkan kualitas campuran gorong-gorong. Menurutnya, gorong-gorong tersebut dibuat dengan campuran asal-asalan sehingga gampang rusak.

“Belum sempat digunakan saja sudah retak-retak, apalagi kalau sudah ditimbun dengan tanah pasti hancur. Belum lagi kalau nanti airnya jalan, itu lebih parah lagi karena memang tekanan air Wae Kuli itu sangat deras,” katanya

Informasi yang dihimpun VoxNtt.com, gorong-gorong tersebut bertujuan untuk mengalirkan air dari Sungai Wae Kuli di Desa To’e ke lokasi persawahan milik Warga Desa Rura yang letaknya tak jauh dari Desa To’e.

Proyek tersebut milik Kementerian PUPR dan dikerjakan melalui kontrak tahun jamak (multyears). Nilai kontraknya diprediksi mencapai belasan milyaran rupiah.

Proyek tersebut dikerjakan sejak 2012 lalu tapi sampai sekarang belum selesai. Belum tahu apa sebabnya sehingga selama 5 tahun proyek itu belum juga kelar. Anehnya lagi, dalam kurun waktu 5 tahun itu juga, terjadi gonta-ganti kontraktor.

Sementara, hingga berita ini diturunkan, kontraktor proyek itu belum berhasil dikonfirmasi. (Ferdiano Sutarto Parman/AA/VoN).

Manggarai
Previous ArticleSejumlah Pejabat di Mabar Diperiksa, Begini Kata Kapolda NTT
Next Article BPBD Matim Beri Bantuan untuk Korban Kebakaran di Compang Mekar

Related Posts

Gubernur NTT Minta PMKRI Tetap Jadi Mitra Kritis Pemerintah

21 Juli 2026

Bupati Matim Dorong Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Manggarai Raya

20 Juli 2026

Bupati Manggarai Harap Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Daerah 3T

20 Juli 2026
Terkini

Kepala SMPN Satap Munde Bantah Dugaan Pungli, Sebut Uang dari Orangtua Bersifat Sukarela

22 Juli 2026

Gubernur NTT Minta PMKRI Tetap Jadi Mitra Kritis Pemerintah

21 Juli 2026

Bupati Matim Dorong Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Manggarai Raya

20 Juli 2026

Bupati Manggarai Harap Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Daerah 3T

20 Juli 2026

Bantuan Rp100 Juta per Desa Mulai Diimplementasikan, Bapperida NTT Intervensi Manulai 2

20 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.