Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Soal Bacawagub, Ini Penjelasan Marianus Sae
NTT NEWS

Soal Bacawagub, Ini Penjelasan Marianus Sae

By Redaksi9 Oktober 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Marianus Sae sedang berbincang-bincang dengan sejumlah cru Radio Manggarai di Lawir Ruteng Kabupaten Manggarai
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, Vox NTT- Bupati Ngada, Marianus Sae siap maju dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur 2018 mendatang.

Dia diusung oleh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Partai besutan Muhaimin Iskandar itu akan diperkuat dua partai lainnya yakni Partai Hanura dan PKPI. PKB dan Hanura masing-masing memiliki 5 kursi, sedangkan PKPI 3 kursi.

Jadi, ketiga partai tersebut sudah berhasil mengumpulkan 13 kursi dan memenuhi syarat bagi Marianus Sae untuk maju dalam dalam pilgub NTT yang digelar 27 Juni 2018 mendatang.

Lalu, siapakah calon wakil gubernur yang akan mendampingi Marianus Sae?

Kepada VoxNtt.com, Sabtu (7/10/2017), Mantan Ketua DPD PAN Kabupaten Ngada itu mengaku akan memberikan jatah calon wakil gubernur kepada partai lain yang ikut mengusungnya.

“Saya mencoba untuk memberi ruang itu kepada partai lain. Kalau kita blok semua, mungkin ada partai lain yang tersinggung; Mereka akan bilang, kalau ada ambil semua, kami dapat apa?” ujarnya.

“Kalau PKB mengusung Marianus, Hanura mengusung Iban Medah, terus PKPI katanya ikut saja. Mereka (PKPI) bilang, pokoknya kalau kamu (PKB dan Hanura) setuju, kami juga setuju. Dan kalau Hanura usung Iban Medah jadi calon wakil (gubernur) saya setuju,” tambahnya.

Dia menegaskan bahwa dirinya hanya ingin jadi gubernur dan tak mau jadi wakil gubernur. Baginya, jabatan wakil gubernur itu serba susah.

Namun, jika kompromi antarpartai pengusung memaksanya jadi calon wakil gubernur, maka dia akan menolaknya dan kembali ke Ngada untuk melanjutkan masa tugasnya sebagai bupati hingga 2021 mendatang.

“Tugasnya wakil, baik itu wakil bupati atau wakil gubernur hanya membantu. Dia tidak punya tugas dan kewenangan merancang apalagi memutuskan. Model macam saya ini kalau jadil wakil, dua bulan pasti gubernur bisa gila,” imbuhnya. (Ferdiano Sutarto Parman/AA/VoN).

 

Manggarai
Previous ArticleSidak ke Pasar Baru, DPRD: Kadis Perindagkop Hanya Mulut Manis
Next Article 30 Kube di Ngada Dapat Bantuan Dana Hibah 600 Juta

Related Posts

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Golkar NTT Umumkan Pengurus Baru 2025–2030, Targetkan Musda Kabupaten Rampung April

6 Maret 2026
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.