Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Sastra»Anak Muda Belu Sampaikan Aspirasi Lewat Grafiti
Sastra

Anak Muda Belu Sampaikan Aspirasi Lewat Grafiti

By Redaksi26 Oktober 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Hasil Lukisan Grafiti Peserta Lomba. (Foto: Marcel Manek)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Atambua, Vox NTT- Memperingati hari sumpah pemuda, komunitas Persatuan Jurnalis Batas RI-RDTL (Pena Batas RI-RDTL) menyelenggarakan lomba grafiti bagi kaula muda di Kabupaten Belu.

Lomba grafiti ini terbuka untuk umum dimana kaum muda bisa berpartisipasi secara perorangan maupun dalam bentuk kelompok.

Dalam lomba adu imajinasi dan ide yang dipadukan dengan pesan-pesan moral ini cukup mendapat antusias yang luar biasa dari kaum muda dan masyarakat kota Atambua.

Pelaksanaan lomba yang diikuti 10 tim ini dihelat sejak Selasa, (24/10/2017), hingga hari ini.

Untuk menilai hasil karya kaum muda, panitia penyelenggara melibatkan rohaniwan Katolik Rm. Sixtus Bere, Pr sebagai penilai.

Pantauan VoxNtt.com, dari 10 tim yang terlibat, sebagian besar memberikan pesan moral berupa kritik terhadap bernagai program pemerintah, himbauan, serta ajakan untuk sama-sama menjaga dan berkolaborasi membangun Belu.

Hasil Lukisan Grafiti Peserta Lomba.( Foto: Marcel Manek)

Terlihat juga ada yang mengemas isu korupsi dan isu-isu perbatasan seperti penyelundupan dan pentingnya menjaga perdamaian di tapal batas.

Kepada VoxNtt.com, Rm. Sixtus mengatakan, apa yang dilukiskan anak-anak muda merupakan terjemahan dari hasil pikiran dan pengalaman mereka atas berbagai persoalan sosial yang dihadapi.

“Ini merupakan ruang yang sangat efektif bagi kaum muda, karena selama ini tidak wadah bagi mereka untuk menyampaikan isi hati mereka kepada pemerintah”, jelas imam Diosesan yang memiliki bakat seni yang mumpuni.

Ditambahkannya, kritik yang disampaikan anak-anak muda melalui lukisan grafiti ini perlu direnungkan oleh semua pihak. Hal tersebut disampaikan karena sejak dihelat kemarin, kegiatan lomba yang berlangsung di jalan Trans Timor Kelurahan Fatukbot ini cukup menyedot perhatian publik.

Tidak hanya masyarakat yang datang menyambangi lokasi untuk berswafoto, namun beberapa pejabat di Belu termasuk ibu Ketua Tim Penggerak PKK Kab. Belu, Vivian Tjung yang juga adalah ibu Bupati Belu datang dan melihat langsung jalannya lomba dan sempat mengambil gambar dengan beberapa pelukis yang sementara menggambar.

Hasil lomba grafiti ini akan diumumkan pekan depan dan hadiah akan diserahkan langsung oleh Bupati Belu, Wilibrodus Lay.

Penulis: Marcel Manek

Editor: Boni Jehadin

Belu
Previous ArticleIntan Tewas Bunuh Diri di Tenda Ruteng
Next Article Sidang II DPRD TTU Panas

Related Posts

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Pendoa Bermata Biru

23 Februari 2026
Terkini

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026

Kisah Nangadhero, Desa Pesisir di Nagekeo Tempat Petani dan Nelayan Menjaga Harmoni

7 Maret 2026

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.