Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Diguyur Hujan, Kota Mbay Terendam Banjir
HEADLINE

Diguyur Hujan, Kota Mbay Terendam Banjir

By Redaksi20 November 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Banjir di salah satu titik Kota Mbay
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Mbay, Vox NTT- Hanya sekitar 20 menit diguyur hujan  pada Senin, 20 November 2017, beberapa titik di Kota Mbay, ibu kota Kabupaten Nagekeo terendam banjir.‎ Ketinggian air banjir akibat hujan tersebut sekitar 10 cm.

Banjir itu disebabkan luapan Kali Lowo Guru, sebuah kali kering.

Selanjutnya, banjir juga disebabkan luapan embung di Pogo Jawa, tepatnya di belakang Perumhan Rewo Koli atau di lingkungan empat.

Kendati banjir merendam Kota Mbay, namun informasi yang dihimpun tidak ada korban jiwa. Hanya puluhan rumah warga yang terendam.

Pantauan VoxNtt.com, ada dua wilayah dalam Kota Mbay yang terendam banjir.

Keduanya yakni, di Danga Au sekitar belakang rumah Jabatan Bupati Nagekeo dan Perumahan Rewo Koli atau lingkungan empat.

Wakil Ketua DPRD Nagekeo, Florianus Papu yang ditemui VoxNtt.com saat mengunjungi warga yang terkena banjir itu, mengatakan ‎di dalam Kota Mbay hanya ada dua solusi agar mengurangi debit air saat banjir.

Wakil Ketua DPRD Nagekeo, Florianus Papu saat memantau banjir di Perumahan Rewo Koli. Gambar Diambil Senin (20/11/2017).

Yang pertama kata dia, pemerintah harus bangun embung di wilayah Pogo Jawa atau di belakang Perumahan Rewo Koli dan di Kali Lowo Guru.

Kedua, harus segera membangun drainase.

“Embung harus diutamakan untuk mengurangi debit air saat banjir seperti ini. Kalau tidak setiap kali hujan pasti rumah warga terendam banjir,” kata Florianus.

Dikatakan terkait hal ini, pihak Florianus telah melakukan koordinasi dengan dinas terkait untuk segera melakukan tanggap darurat dan memberi bantuan yang terkena banjir itu.

“Dan ini segera, jangan tunggu lama-lama lagi. Kalau tidak hujan datang yang lebih deras lagi, bisa makan korban,” ujarnya.

Penulis: Arkadius Togo
Editor: Adrianus Aba

 

Nagekeo
Previous ArticleNasib Kepsek SMPN Bisel TTU Di Tangan Bupati Ray
Next Article Pelaku Penganiayaan Penjual Sayur di Pasar Danga Ditetapkan sebagai Tersangka

Related Posts

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Kisah Nangadhero, Desa Pesisir di Nagekeo Tempat Petani dan Nelayan Menjaga Harmoni

7 Maret 2026
Terkini

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.