Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Politisi NasDem Saran Kepala Dispenduk Ende Tidak Terlibat dalam Kunjungan Kerja Bupati
Regional NTT

Politisi NasDem Saran Kepala Dispenduk Ende Tidak Terlibat dalam Kunjungan Kerja Bupati

By Redaksi13 Desember 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Pengawasan Pemilu Partisipatif oleh Panwaslu Ende di Aula Cita Rasa (Foto: Ian Bala/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ende, Vox NTT-Dalam kegiatan Focus Gruop Discussion (FGD) yang diselenggarakan Panwalu Kabupaten Ende, pada Rabu, (13/12/2017) di Aula Cita Rasa, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispenduk) Kabupaten Ende kerap disoroti.

Sorotan sejumlah peserta diskusi mengenai Data Pemilih Tetap (DPT) yang dinilai salah satu biang kerawanan pemilu. Sehingga direkomendasikan agar Dispenduk bekerja lebih giat terutama proses pendataan.

Politis Partai NasDem, Vian Moa Mesi menghimbau Kadis Husni untuk bekerja melakukan pendataan penduduk. Kadis Husni disarankan tidak selalu terlibat dalam kegiatan kunjungan kerja Bupati Marselinus Y.W. Petu dan Wakil Bupati H. Djafar Haji Ahmad.

“Karena kerawanan lebih pada DPT, maka saya minta pak kadis dispenduk tidak selalu ikut beliau berdua (Bupati dan Wakil Bupati, red),”kata Vian dalam acara tersebut.

Politisi asal Nangaba ini membeberkan sejumlah kelemahan Dinas Kependudukan Kabupaten Ende. Salah satu diantaranya adalah belum maksimal pencatatan kelahiran dan kematian, keluar dan masuk penduduk di wilayah Kabupaten Ende.

“Jadi, harus membenahi data penduduk sesegera mungkin,”ucap dia.

Ia merekomendasikan agar pihak Dispenduk bekerja sama dengan pihak Camat dan Pemerintah Desa merilis data penduduk terbaru untuk memperbaiki data primer. Hal ini dianggap efektif dan cepat untuk memperoleh data penduduk terbaru pada setiap rakor bulanan di tingkat Kecamatan.

“Potensi paling rawan adalah DPT. Karena setiap hari pasti ada perubahan data selain umur dan kematian. Solusi adalah saat rakor Dispenduk harus tugaskan camat dan desa setor data terbaru,”tegas Vian.

Penulis: Ian Bala
Editor: Adrianus Aba

Ende
Previous ArticleOTT Kasat Aldo Cukup Janggal
Next Article KPAD Sikka Sebut Pelibatan Masyarakat Jadi Kunci Penanggulangan HIV/AIDS

Related Posts

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

‘Gema Mabar’ Diluncurkan, Pemkab Manggarai Barat Fokus pada Ketahanan Pangan hingga Pariwisata Berkelanjutan

2 Juni 2026

Manggarai Barat Dorong Koperasi Desa Merah Putih Beroperasi Meski Belum Punya Gerai

30 Mei 2026
Terkini

Karya untuk Makan dan Minum dalam Persekutuan Tubuh dan Darah Kristus

7 Juni 2026

Gabriel Goa Desak Penuntasan Kasus TPPO Mariance Kabu dan Yuliana Dopo

6 Juni 2026

Ahli Waris Yakin PN Kupang Putus Objektif Gugatan Peralihan Sertifikat dan Rumah

6 Juni 2026

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

Peti Persembahan vs Peti Mati

6 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.