Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Jalan Rusak Menuju Necak, Maut Bagi Warga
HEADLINE

Jalan Rusak Menuju Necak, Maut Bagi Warga

By Redaksi23 Desember 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ruas jalan Benteng Jawa- Compang Necak, Kecamatan Lamba Leda yang rusak parah (Foto: Elmo Barsito)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT- Tahun demi tahun, narasi pilu karena jalan rusak selalu merongrong pikiran Elmo Barsito.

Warga asal Necak, Desa Compang Necak, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur (Matim) itu mengaku tak jarang merintih saat hendak melintasi jalan menuju kampungnya.

Alasan kebutuhan saja, oto cold (bus kayu) dan sepeda motor berani melintas di jalan yang bagaikan kali mati itu.

Jangan tanya lagi saat musim hujan, hanya pejalan kaki yang berani melintasi jalan telford itu menuju Benteng Jawa, ibu kota Kecamatan Lamba Leda.

Elmo mengaku hanya 13 Kilometer saja jalan itu belum diaspal dari Bea Lalang, Desa Compang Mekar. Namun sepanjang belasan kilometer tersebut, menjadi momok menakutkan bagi warga pengguna jalan.

Betapa tidak, selain batu-batu telford yang licin, di beberapa titik terdapat pendakian dan tikungan tajam. Di samping jalan terdapat jurang cukup curam, yang jika tidak hati-hati bisa membawa maut bagi pengendara.

Dikatakan Elmo, sudah lama telford tersebut dibangun. Namun, sudah menghampiri 10 tahun Kabupaten Matim dimekarkan, harapan warga agar jalan menuju Necak diaspalkan tak kunjung terwujud.

“Sudah lama jalannya ditelfort, hingga saat ini belum ada peningkatan. Jalan penuh lubang yang curam,” kata Elmo kepada VoxNtt.com, Sabtu (23/12/2017).

Dia mengaku, pada saat musim hujan tenaga hewan terutama kuda terpaksa digunakan untuk mengangkut hasil komoditas pertanian.

Kuda juga digunakan untuk mengangkut barang-barang hasil pembelian warga dari Bea Lalang. Sementara dari Benteng Jawa menuju Bea Lalang masih bisa diangkut dengan menggunakan kendaraan.

Kondisi jalan yang rusak parah itu tak hanya maut bagi warga. Kaki kuda saja saat mengangkut barang, selalu tergelincir karena batu yang sangat licin.

Dia menambahkan, setiap kali Musrenbang dan reses DPRD usulan pembangunan aspal menuju Kampung Necak selalu disampaikan warga.  Tetapi sampai sekarang tidak kunjung direlisasikan.

“Entah mengapa pemerintah tidak kunjung menengok kondisi jalan ini. Kami juga terkadang bingung,” tandas Elmo.

Menurut dia, akibat jalan rusak tidak saja dirasakan langsung oleh warga pengguna. Nilai ekonomi mereka dari hasil penjualan komoditas melorot.

Warga terpaksa tidak berani menjual sendiri hasil pertanian ke kota. Pilihan paling mudah ialah menjual ke pengusaha komoditi lokal yang harganya tentu saja relatif murah.

Karena itu, dia pun berharap agar Pemkab Matim segera memperhatikan kondisi jalan menuju Desa Compang Necak tersebut.

“Kalau jalan bagus pasti ekonomi masyarakat juga baik. Akses transportasi yang buruk jadi penyebab harga bahan pokok semakin naik. Karena biaya ongkosnya mahal. Kalau kondisi ini terus berlanjut, ekonomomi masyarakat pasti tidak berubah,” ungkap Elmo

Penulis: Nansianus Taris
Editor: Adrianus Aba

Manggarai Timur
Previous ArticleBandara Internasional Komodo Bakal Dikelola Pihak Asing
Next Article Meski Pejabat Sering Lewat, Jalan Sok-Purang Mese Tidak Diperhatikan

Related Posts

Pastor Pantura Tolak Tambang Mangan di Reok dan Lamba Leda Utara

8 Agustus 2026

Ketua DPRD Manggarai Timur Minta Agregat Jalan Watu Cie-Deno Dibongkar Jika Tak Sesuai Spesifikasi

4 Agustus 2026

Keuskupan Agung Ende dan Warga Flores Gugat Tiga SK Geothermal ke Mahkamah Agung

31 Juli 2026
Terkini

Camat Welak Rutin Datangi Pasien ODGJ, Mandi Bersama hingga Berbagi Cerita

9 Agustus 2026

Ketua PSSI Mabar Usul Nama Stadion Ora Flobamorata Diubah Jadi Stadion Komodo

8 Agustus 2026

PSSI Cup II Manggarai Barat Diikuti 27 Klub, Hadiah Total Rp120 Juta

8 Agustus 2026

Cakades Termuda di Pilkades Wewa, Yohanes Dedipati Usung Desa MAJU

8 Agustus 2026

HUT ke-25 Demokrat, DPC Mabar Soroti Kiprah SBY dan Aksi Peduli Lingkungan

8 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.