Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Pengerjaan Jembatan Wae Wake Mangkrak
HEADLINE

Pengerjaan Jembatan Wae Wake Mangkrak

By Redaksi27 Desember 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kondisi jembatan Wae Wake (Foto: Nansianus Taris/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT-Pengerjaan jembatan Wae Wake, Kecamatan Poco Ranaka, Kabupaten Manggarai Timur (Matim) hingga kini mangkrak.

Proyek yang dikerjakan pada tahun 2016 lalu tersebut menghubungkan Desa Compang Laho dan Golo Rengket.

Sudah satu tahun dibangun tetapi hingga kini belum bisa digunakan dan terlihat mubazir.

Pantauan VoxNtt.com, Rabu (27/12/2017), di salah satu bagian jembatan tampak ada lubang besar yang belum diisi tanah.

Untuk bisa melewati jembatan itu, warga setempat terpaksa membuat titian darurat dari bambu.

Titian itu hanya bisa dilewati para pengendara sepeda motor yang berani. Sebab, jembatan Wae Wake dibangun sangat tinggi dari kali. Jika tidak hati-hati, para pengendara bisa saja jatuh ke dasar kali yang penuh batu-batu.

“Dulu ada motor yang berani lewat di jembatan bambu ini pak. Karena terlalu kecil dan miring, motornya pun jatuh ke lubang ini. Beruntung nyawanya tidak melayang,” aku Adi Dom, salah satu warga yang ditemui VoxNtt.com di lokasi, Rabu siang.

Adi Dom sendiri mengaku bingung mengapa pembangunan jembatan Wae Wake tidak dilanjutkan.

Bahkan kata dia, sampai saat ini tidak ada tanda-tanda jembatan itu dikerjakan lagi.

“Kasian sekali uang negara kita. Uang banyak untuk bangun jembatan ini lalu mubazir seperti ini,” kata Adi Dom.

Dikatakannya, jika jembatan itu dikerjakan sampai tuntas, akses transportasi warga Poco Ranaka menuju Ruteng, ibu kota Kabupaten Manggarai lebih bagus dan sangat singkat.

“Kalau jembatan ini tuntas, kami bisa lewat sini ke Ruteng. Daripada kami lewat jalur Watu Cie-Deno, jalannya bagai kali mati,” tukas dia.

Selain dikerjakan tidak tuntas, Adi Dom juga meragukan kualitas pengerjaan jembatan Wae Wake itu.

Pasalnya, tiang-tiang penyangga jembatan itu hanya ditopang satu besi di bagian dalamnya. Akibatnya, banyak tiang sudah miring dan tumbang.

“Coba lihat itu, sudah banyak tiang-tiang yang miring dan hampir lepas dari tembok jembatan. Masa kerja jembatan besar seperti ini asal jadi saja. Kasian uang negara pak,” kata Adi Dom.

Adi Dom pun meminta kepada anggota DPRD Dapil Poco Ranaka untuk menyuarakan kondisi jembatan itu kepada Pemda Matim.

Tak hanya berharap kepada anggota dewan, dia juga mendesak dinas PUPR Matim agar memerintahkan kontraktor segera memperbaiki bagian-bagian jembatan yang sudah rusak.

Selanjutnya dia meminta Pemkab Matim agar menganggarkan kembali untuk melanjutkan pembangunan jembatan Wae Wake di tahun 2018 mendatang.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan Dinas PUPR Matim belum berhasil dikonfirmasi terkait mangkraknya jembatan Wae Wake.

 
Penulis: Nansianus Taris
Editor: Adrianus Aba

Manggarai Timur
Previous ArticleTewaskan Guru SDI Towak, Pelaku Tabrak Lari Diringkus Polisi
Next Article Sampah Bertumpukan, Jalan Pasar Mbongawani Ende Macet

Related Posts

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026
Terkini

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.