Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Pilkada»Di Ende, 31.011 Pemilih Pemula Belum Memiliki KTP
Pilkada

Di Ende, 31.011 Pemilih Pemula Belum Memiliki KTP

By Redaksi29 Desember 20171 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Peserta Rakor sedang berdiskusi untuk merumuskan suatu rekomendasi di Aula Hotel Sifa Ende (Foto: Ian Bala/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ende, Vox NTT-Panitia Pengawas Pemilu Kabupaten Ende membeberkan sejumlah potensi kerawanan pada pemilu serentak 2018. Paling rawan yang disebut adalah Daftar Pemilih Tetap (DPT).

Ketua Panwas Kabupaten Ende, Ester Saga Joka menyebutkan sebanyak 31.011 pemilih yang belum direkam oleh Dinas Pendudukan dan Catatan Sipil (Dispencapil) Kabupaten Ende. Total jumlah tersebut rata-rata untuk pemilih pemula.

Ia mengatakan, pemilih pemula yang belum direkam oleh Dispencapil Ende menjadi potensi rawan paling tinggi. Setelahnya, yakni perhitungan suara yang tidak transparan, penggelembungan suara dan politik uang.

“Kalau belum punya e-KTP, pemilih biasa menggunakan surat keterangan atau suket. Persoalan adalah belum terekam sehingga tidak dapat mengeluarkan suket,” kata Ester dalam Rakor Panwaskab Ende bersama Stakeholder di Aula Hotel Sifa, Jalan Gatot Subroto, Kelurahan Mautapaga, Kabupaten Ende, Jumat (29/12/2017).

Ester khawatirkan jika pihak Dispencapil belum merekam pemilih pemula sebagai DPT. Hal ini menurutnya, sungguh menggangu proses pemilu serentak.

“Kalau belum (terekam, red) maka ini menjadi tantangan besar kita. Jadi, kami minta pengawas partisipatif untuk bersama mengawal ini,” katanya.

 
Penulis: Ian Bala
Editor: Adrianus Aba

Ende
Previous ArticleSerakan Sampah Hiasi Terminal Kota Mbay
Next Article Terduga Human Trafficking Ditangkap Polres TTS

Related Posts

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026

Golkar NTT Umumkan Pengurus Baru 2025–2030, Targetkan Musda Kabupaten Rampung April

6 Maret 2026

PMKRI Ruteng Datangi Bawaslu Manggarai, Soroti Politik Uang hingga Hak Pilih Disabilitas

13 Februari 2026
Terkini

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.