Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Ini Penjelasan BKH Terkait Tudingan Memihak FPI
NTT NEWS

Ini Penjelasan BKH Terkait Tudingan Memihak FPI

By Redaksi13 Januari 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
BKH saat berdialog dengan para aktivis PMKRI Maumere di Marga Juang PMKRI pada Jumat (12/1/2018)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Maumere, Vox NTT- Bakal Calon Gubernur NTT dari Paket Harmoni, Benny Kabur Harman (BKH) memberikan penjelasan terkait tudingan miring sejumlah pihak terutama netizen bahwa dirinya memihak Front Pembela Islam (FPI).

Dalam kesempatan berdialog di Marga Juang PMKRI Maumere pada Jumat, 12 Januari 2018, Ketua PMKRI Maumere, Benediktus Raga dan salah satu alumni, Simon Subandi Keytimu meminta BKH menjelaskan posisinya soal FPI.

BKH sendiri heran dituding memihak FPI. Pasalnya, saat itu dia menuntut pencopotan Kapolda Jawa Barat, Anton Charliyan terkait kisruh FPI dan GMBI.

“Saya mengecam Kapolda Jawa Barat bukan berarti saya mendukung FPI. Itu karena dia membina ormas tertentu untuk dibenturkan dengan FPI. Tidak benar mengkonfrontir satu kelompok dengan kelompok lain,” terang salah satu bakal calon gubernur NTT itu.

Menurutnya, tugas polisi adalah menegakkan hukum. Karenanya apabila ada anggota atau pengurus FPI yang melanggar hukum maka tugas polisi adalah menindaknya.

“Kalau ada yang melanggar yah ditangkap karena sudah diberi kuasa untuk itu bukan membiarkan ormas berhadap-hadapan. Kalau tidak tangkap berarti polisinya pengecut,” tegas dia.

Oleh karenanya, dirinya sangat menyayangkan pernyataan sejumlah pihak yang menyebutnya sehati dengan FPI. BKH sesungguhnya sedang mendesak Kepolisian untuk bertindak tegas.

“Ini adil atau tidak? Kapan saya satu panggung dengan Habib Rizieq? Jokowi satu panggung dengan Habib Rizieq beliau tidak dibilang sehati dengan FPI. Saya menuntut Polisi tegakan hukum malah dibilang sehati dengan FPI,” tandasnya.

Kurang lebih sejam BKH berdialog dengan para aktivis dan alumni PMKRI Maumere. Mantan wartawan dan advokat LBH Jakarta tersebut akan maju dalam Pilgub 2018 bersama Benny A Litelnoni.

 

 

Penulis: Are de Peskim
Editor: Adrianus Aba

Sikka
Previous ArticlePPL di Desa Diimbau Awasi Praktik Politik Uang
Next Article Tahun 2018 Ini, Jembatan Wae Wuang Dibangun

Related Posts

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026
Terkini

Desa Lotas Rawan Longsor dan Belum Memiliki Batas Wilayah yang Jelas

8 Maret 2026

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.