Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NASIONAL»Vox Point Indonesia Mengutuk Pelaku Bom Molotov Depan Gereja Oikumene Samarinda
NASIONAL

Vox Point Indonesia Mengutuk Pelaku Bom Molotov Depan Gereja Oikumene Samarinda

By Redaksi14 November 20162 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
CREATOR: gd-jpeg v1.0 (using IJG JPEG v62), quality = 90
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Jakarta, VoxNtt.com-Vox Point Indonesia (VPI) mengutuk pelaku bom Molotov di depan Gereja Oikumene, Kelurahan Sengkotek, Samarinda, Kalimantan Timur, yang terjadi pada Minggu, (13/11/2016).

Vox Poin Indonesia meminta aparat penegak hukum agar segera mengambil sikap dan menangani peledakan itu.

Ketua Umum Vox Point Indonesia (VPI), Yohanes Handoyo Budhisejati, dalam keterangannya kepada VoxNtt.com, di Jakarta, Minggu (13/11) mengatakan tindakan tersebut sangat jelas bertentangan dengan nilai-nilai ajaran agama dan nilai-nilai Pancasila. Menurut dia, kejadian tersebut dapat mengusik kerukunan hidup beragama.

“Tindakan tersebut jelas bertentangan dengan nilai-nilai ajaran agama dan nilai-nilai Pancasila. Kejadian tersebut dapat mengusik kerukunan hidup umat beragama dan mengancam kebhinekaan dalam NKRI”, tegas Handoyo.

Lebih lanjut Handoyo mengatakan, Vox Point Indonesia menengarai aksi pelemparan bom molotov itu adalah bentuk teror yang dilakukan oleh kelompok yang menginginkan terjadinya kekacauan, distabilitas nasional dan disintegrasi bangsa Indonesia. Kelompok ini ingin menciptakan kondisi bahwa negara Indonesia tidak aman, mencekam dan menakutkan.

“Vox Point Indonesia meminta kepada aparat kepolisian untuk bertindak cepat menangkap pelakunya, dan mengusut tuntas motif tindakannya sehingga dapat diantisipasi dampak selanjutnya”, ujar Handoyo.

VPI mengimbau kepada seluruh masyarakat Indonesia agar tetap tenang, jangan sampai terprovokasi hasutan dan ajakan melakukan tindakan yang melanggar hukum. Serahkan sepenuhnya penanganan masalah ini ke aparat penegak hukum agar ditangani cepat, tegas dan tuntas.

“Vox Point Indonesia menyampaikan rasa simpati kepada korban dan keluarganya, semoga diberikan kesabaran dan kesehatannya segera dipulihkan kembali”, tutup Handoyo. (Ervan Tou/VoN)

Nasional
Previous ArticleSeekor Keledai di Depan Lubang Jarum (Puisi Mario F. Lawi)
Next Article Warga Elsel Matim Tagih Janji Gubernur NTT Perbaiki Jalan

Related Posts

Perkuat Kedamaian dalam Bingkai Toleransi, Benny Harman Buka Puasa Bersama Umat Muslim di Labuan Bajo

27 Februari 2026

GMNI Kritik Presiden Prabowo, Akses Ekspor Nelayan Dinilai Tak Signifikan Tanpa Perbaikan Kepemilikan Kapal

17 Februari 2026

Benny Harman: Jurnalis Berperan Jaga Hukum dan Pluralisme di Labuan Bajo

10 Februari 2026
Terkini

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026

Kisah Nangadhero, Desa Pesisir di Nagekeo Tempat Petani dan Nelayan Menjaga Harmoni

7 Maret 2026

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.