Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»KESEHATAN»Menkes Nila; Seperempat Orang Indonesia Idap Hipertensi
KESEHATAN

Menkes Nila; Seperempat Orang Indonesia Idap Hipertensi

By Redaksi30 November 20161 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Labuan Bajo,VoxNtt.com– Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Nila Farid Moeloek mengklaim  24 persen  atau seperempat masyarakat Indonesia saat ini adalah pengidap hipertensi atau darah tinggi. Hal ini disampaikan Menteri Nila dalam sambutannya di sela-sela peresmian Rumah Sakit Pratama Labuan Bajo, Selasa (29/11).

Menurut Nila, tingginya pengidap hipertensi ini tidak terlepas dari situasi yang terjadi atau dialami oleh para penderita. Jumlah penderita yang sangat banyak, kata dia,  merupakan ancaman bagi Indonesia mengingat hipertensi merupakan salah satu gejala awal penyakit jantung.

“Penyakit tidak menular sekarang jumlahnya meningkat. Masyarakat harus aktif memeriksa kesehatannya di pusat pelayanan kesehatan seperti mengecek gula darah karena ternyata kita di Indonesia saat ini seperempat atau 24 persen warganya pengidap hipertensi. Mungkin karena stres sehingga menyebabkan darah tinggi atau hipertensi dan bukan tidak mungkin akan stroke atau serangan jantung,” papar Menteri Nila dalam sambutannya, Selasa (29/11) di Labuan Bajo.

Ia melanjutkan, untuk menekan dan mengantisipasi jumlah penderita semakin meningkat, masyarakat diminta untuk pro aktif memanfaatkan fasilitas kesehatan. Menurutnya, tidak harus ke Rumah sakit  untuk memeriksa kesehatan, tetapi juga bisa di puskesmas. (Eyo/VoN)

Foto Feature: Menteri Kesehatan Republik Indonesia saat memberikan sambutan pada peresmian Rumah Sakit Pratama Labuan Bajo, Selasa (29/11/2016) di Labuan Bajo. (Foto: Eyo/VoN)
Manggarai Barat
Previous ArticlePasukan Garuda, Siap Menghadapi Vietnam di Semifinal Piala AFF 2016
Next Article Menkes Nila Minta Pemkab Mabar Maksimalkan Pelayanan Kesehatan Primer

Related Posts

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026
Terkini

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.