Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Ekbis»Agas Andreas: Usaha Pertamini di Matim Masih Ilegal
Ekbis

Agas Andreas: Usaha Pertamini di Matim Masih Ilegal

By Redaksi22 September 20181 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Saat Bupati Matim terpilih Agas Andreas bersama Sekertaris Direketorat Migas, Budiyantono menggelar konferensi pers di lokasi pertamina Nanga Labang (Foto: Nansianus Taris/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT-Bupati terpilih Manggarai Timur (Matim), Agas Andreas menyebut usaha pertamini yang ada di kabupaten itu masih ilegal.

Hal itu disampaikan Agas Andreas saat meresmikan SPBU Modular Matim yang terletak di Desa Nanga Labang, Kecamatan Borong, Jumat (21/9/2018).

“Keberadaan pertamini itu sebenarnya ilegal, tetapi di sisi lain, memenuhi kebutuhan masyarakat,” ujar Agas.

Pada kesempatan itu juga Agas mengatakan, meskipun semangat pemerintah pusat agar BBM satu harga di seluruh Indonesia, tetapi di Matim masih banyak pengecer-pengecer BBM yang bermodus Pertamina Mini.

“Kami di sini pa, ada pertamina mini. Yang kami kumpulkan datanya kemarin ada 41, dengan harga yang bervariasi, tertinggi Rp 10.000 per liter. Itu artinya, kami masih butuh tiga titik di Matim. Jadi, saya minta, tambah 3 lagi kami di sini. Wilayah ini luas,” pinta Agas di hadapan Sekretaris Direktorat Minyak Bumi dan Gas, Budiyantono.

Menanggapi permintaan Agas tersebut, Sekretaris Direktorat Minyak Bumi dan Gas, Budiyantono saat konferensi pers usai kegiatan mengatakan, pihaknya akan melakukan evaluasi.

“Kalau memang memungkinkan, tidak ada yang mustahil. Terkait dengan pembangunan seperti ini kan harus ada modal, harus ada pasokan segala macam,” jelas Budi.

Penulis: Nansianus Taris
Editor: Ardy Abba

Manggarai Timur
Previous ArticlePetugas Puskesmas Borong Matim Dinilai Plin-plan
Next Article Satgas Pamtas Yonif 715/MTL Kembali Gelar Operasi Katarak di TTU

Related Posts

Ketua DPRD Manggarai Timur Minta Agregat Jalan Watu Cie-Deno Dibongkar Jika Tak Sesuai Spesifikasi

4 Agustus 2026

Organisasi Sipil Berperan Penting Dukung Investasi Hijau

3 Agustus 2026

Kejaksaan Manggarai Akui Dampingi Proyek Hotmix Rp14,4 Miliar di Matim, Dugaan Material Ilegal Akan Diteruskan

29 Juli 2026
Terkini

Progres Jalan Nasional Ruteng-Reo-Kedindi Capai 86 Persen, Ditargetkan Rampung Sebelum Musim Hujan

6 Agustus 2026

Apotek K-24 Resmikan Outlet di Labuan Bajo, Perluas Akses Layanan Kesehatan 24 Jam

4 Agustus 2026

Ketua DPRD Manggarai Timur Minta Agregat Jalan Watu Cie-Deno Dibongkar Jika Tak Sesuai Spesifikasi

4 Agustus 2026

Dua Belas Penundaan Menguji Kemanusiaan Akademik

4 Agustus 2026

ASN di Reok Barat Keluhkan Iuran HUT RI, Camat Sebut untuk Kelancaran Upacara

4 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.