Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Kemarau, Warga Jawa Kisa Terpaksa Konsumsi Air Kotor
Regional NTT

Kemarau, Warga Jawa Kisa Terpaksa Konsumsi Air Kotor

By Redaksi4 Oktober 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ikustrasi. (Foto: validnews.id)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Mbay, Vox NTT- Setelah puluhan Kerbau dan Sapi di Nagekeo mati karena kekuarangan stok pakan dan air akibat kemarau yang panjang, kini warga Jawa Kisa, Kecamatan Aesesa Selatan ikut merasakan peliknya kekeringan di daerah itu.

Mereka kini terpaksa mengonsumsi air yang tak layak minum akibat kemarau sejak Juli 2018 lalu.

“Beberapa bulan terakhir di musim panas ini, warga Jawa Kisa sangat sulit mendapatkan air bersih. Karena air hujan yang ditampung di baknya sudah habis. Warga terpaksa gunakan air embung untuk ternak menjadi air mandi cuci kakus (MCK) mereka,” ujar Camat Aesesa Selatan, Sales Ujang Dekresanno yang ditemui Voxntt.com di Kantor DPRD Nagekeo, Kamis (04/10/2018) siang.

Ujang, biasa ia disapa, kepada media ini mengatakan, jika selama ini Jawa Kisa memanh menjadi langganan kekeringan.

Masalah sumber air bersih kata dia, juga bukan hal baru bagi masyarakat setempat. Jawa Kisa secara geografis jelas dia, memang berada di perbukitan yang tandus.

“Setiap musim kemarau memang seperti itu, jadi harapan warga hanya air embung,” ujarnya

Untuk mengatasi masalah ini, dia mengaku saat ini tengah menjalin kerja sama dengan Uskup Agung Ende, pemerintah daerah meminta donatur dari Belanda untuk mengadakan air bersih di wilayah tersebut.

“Ya mudah-mudahan di tahun 2019 bisa diatasi,” ujarnya.

Penulis: Arkadius Togo

Editor: Boni J

Nagekeo Nagekeo kekeringan nagekeo kurang air
Previous ArticleJika Ibu Y Gangguan Jiwa, Polisi Tak Harus Viralkan dan Jadi Bahan Lelucon
Next Article Kantor Polres Mabar “Kandang Babi?”

Related Posts

‘Gema Mabar’ Diluncurkan, Pemkab Manggarai Barat Fokus pada Ketahanan Pangan hingga Pariwisata Berkelanjutan

2 Juni 2026

Manggarai Barat Dorong Koperasi Desa Merah Putih Beroperasi Meski Belum Punya Gerai

30 Mei 2026

Pemkab Manggarai Barat Evaluasi Seluruh Destinasi Wisata Usai Insiden WNA Austria Terjatuh di Jembatan Gantung

30 Mei 2026
Terkini

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Alarm dari Kupang: Reformasi Radikal Pengendalian PAD

4 Juni 2026

Pemkab Manggarai Barat Usulkan Satgas Perizinan untuk Perkuat Pengawasan Usaha

4 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Tinjau Pembangunan Sanitasi dan Lokasi HPL di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Kejari Manggarai Barat Pulihkan Kerugian Negara Rp2,09 Miliar dari Dua Kasus Korupsi

4 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.