Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Danau Rana Tonjong di Manggarai Timur Terbakar
HEADLINE

Danau Rana Tonjong di Manggarai Timur Terbakar

By Redaksi31 Oktober 20183 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Bagian danau Rana Tonjong yang terbakar (Foto: Istimewa)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT-Rana Tonjong, salah satu danau lotus terbesar kedua di dunia terbakar pada Selasa, 30 Oktober 2018.

Danau yang terletak di Desa Nanga Mbaling, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur (Matim), NTT itu diduga terbakar akibat pembakaran pohon besar di kawasan tersebut.

Penjabat Sekda Matim, Vansi Jahang membenarkan terbakarnya Danau Rana Tonjong.

Menurut informasi yang diperoleh Vansi, danau yang luar biasa uniknya itu terbakar sekitar pukul 13.00 Wita.

Ia mengaku hingga kini belum ada laporan resmi dari dinas terkait terbakarnya danau Rana Tonjong.

Camat Sambi Rampas, Sirajudin saat dikonfirmasi VoxNtt.com melalui sambungan telepon, Rabu (31/10/2018), juga membenarkan informasi terbakarnya danau Rana Tonjong.

Hingga kini, kata dia, bencana kebakaran tersebut sedang ditangani Pemerintah Kecamatan Sambi Rampas dan pihak keamanan.

Sirajudin meminta pihak Kepolisian untuk mengusut tuntas penyebab kebakaran di tempat pariwisata tersebut.

Berdasarkan informasi dari masyarakat setempat, Adilfus Mo’a (49) kebakaran di areal danau Rana Tonjong terjadi sekitar pukul 09.00 Wita.

Adilfus mengatakan, kebakaran terjadi akibat dari pembakaran pohon kering di pinggiran danau Rana Tonjong.

Saat pohon terbakar, angin bertiup kencang dan merambat ke areal danau Rana Tonjong hingga membakar bunga teratai yang sudah kering.

Luas areal danau Rana Tonjong yang terkena kebakaran diperkirakan kurang lebih 1 hektare.

Untuk diketahui, kebakaran danau Rana Tonjong menambah deretan kisah tragis ludesnya sejumlah tempat pariwisata di Pulau Flores. VoxNtt.com mencatat, sedikitnya sudah empat tempat pariwisata di Pulau Flores yang hangus terbakar dalam rentang waktu dari Agustus hingga Oktober 2018.

Pertama, kebakaran terjadi di obyek wisata Pulau Cantik Gili Lawa, Kabupaten Manggarai Barat pada Rabu malam, 1 Agustus 2018 lalu.

Akibatnya, sebagian besar pulau yang lanskap sangat cantik di kawasan Taman Nasional Komodo (TNK) itu berwarna hitam sisa kebakaran.

Kedua, Kampung Gurusina. Kampung adat yang terletak di Desa Watu Manu, Kecamatan Jerubu’u, Kabupaten Ngada itu hangus terbakar pada Senin, 13 Agustus lalu, sekitar pukul 17.40 Wita.

Akibatnya, 27 dari 33 rumah adat di Gurusina hangus rata tanah. Rumah adat ini terbuat dari bambu dengan atap alang-alang.

Kampung adat Gurusina hingga kini sangat tersohor jika Anda bertandang ke Kabupaten Ngada.

Ketiga, Kampung Adat Nggela. Kampung adat yang terletak di Desa Nggela, Kecamatan Wolojita, Kabupaten Ende itu ludes terbakar pada Senin, 29 Oktober 2018, sekitar pukul 14.00 Wita.

Polres Ende mencatat, ada 22 rumah adat terbakar. Ditambah 10 rumah warga serta 1 unit balai pertemuan. Semua ludes hanya sisa puing-puing.

Baca Juga: Kecurigaan di Balik Kebakaran Dua Tempat Pariwisata NTT

Keempat, Rana Tonjong, salah satu danau lotus terbesar kedua di dunia terbakar pada Selasa, 30 Oktober 2018.

Danau yang terletak di Desa Nanga Mbaling, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur (Matim), NTT itu diduga terbakar akibat pembakaran pohon besar di kawasan tersebut. Akibatnya, sekitar satu hektare lahan beserta bunga lotus ludes rata tanah.

 

Penulis: Nansianus Taris
Editor: Ardy Abba

Gurusina Manggarai Timur Nggela Rana Tonjong
Previous ArticleHUT GMIT ke-71, Pendeta Haekese: Keluarga Kristiani Perlu Takut akan Tuhan
Next Article Sejak Tahun 2010, 7 Kampung Adat di NTT Ludes Terbakar, Ini Daftarnya

Related Posts

Perjuangan Mama Martina, Banting Tulang untuk Hidupi Keluarga sembari Rawat Suami Stroke

5 Maret 2026

Jalan Terbelah akibat Tanah Bergerak di Rana Poja Manggarai Timur, Warga Minta Pemerintah Atasi

2 Maret 2026

Viral Warga Meninggal saat Rujukan, Dinas PUPR Matim Akui Akses Jalan Rusak ke Puskesmas Belum Tertangani

27 Februari 2026
Terkini

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.