Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Remaja 15 Tahun di Kota Komba Hamil, Keluarga Lapor Pelaku ke Polisi
NTT NEWS

Remaja 15 Tahun di Kota Komba Hamil, Keluarga Lapor Pelaku ke Polisi

By Redaksi4 Desember 20183 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT-Remaja putri berumur 15 tahun di Kampung Marukima, Desa Gunung, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur, NTT, dihamili kerabatnya sendiri yang berinisial BJ (50).

Bunga, bukan nama sebenarnya, diketahui hamil setelah ada dukun bersalin di kampungnya itu menaruh curiga dan menemukan keanehan atas kondisi badan Bunga. Dukun itu kemudian menyapaikan kepada ibunda Bunga pada Kamis, 29 November 2018.

“Bidan kampung bilang begini ke mamanya, saya lihat kamu punya anak yang kecil itu, badannya tidak bagus. Apakah dia sakit atau bagaimana?” cerita Silvester Hambut, paman Bunga kepada VoxNtt.com, Senin (3/12/2018) sore.

Setelah mendapat informasi itu, lanjutnya, pada Kamis sore, Bunga dibawa ke dukun tersebut untuk diurut. Setelah diurut, diketahui bahwa Bunga memang sedang hamil.

Ia mengatakan, pada Kamis malam, orangtuanya menanyakan soal pelaku yang menghamili Bunga.

“Dia (Bunga) sebut namanya BJ,” ujarnya.

Menurutnya, BJ adalah kerabat Bunga yang sebelumnya biasa ke rumah orangtuanya.

“Pelaku itu masih dipanggil om (paman) oleh korban,” ucapnya.

Kejadian bermula pada 15 Juni 2018 lalu.

Saat itu, ada pesta sekolah di rumah yang bersebelahan dengan rumah Bunga. Kedua orangtuanya berada di tempat pesta saat BJ menuangkan hasrat birahinya kepada Bunga.

“Menurut pengakuannya, saat itu, ia (Bunga) baru selesai mandi. Datanglah si pelaku, peluk dan langsung melakukan itu (hubungan badan),” kisah Silvester.

Menurut pengakuan Bunga juga, lanjutnya, kala itu pelaku BJ memberikan sejumlah uang agar ia tidak berteriak dan merahasiakan perbuatan bejatnya itu.

Setelah mengetahui Bunga hamil, pada Kamis malam, keluarga Bunga berkoordinasi dengan Linmas di kampung itu untuk menemui pelaku BJ.

“Setelah ditanya Linmas, BJ mengakui perbuatannya itu,” ujarnya.

Malam itu juga, BJ mendatangi rumah Bunga untuk meminta agar persoalan itu diselesaikan secara kekeluargaan dan ia mengaku siap bertanggung jawab.

“Kami tolak,” tandas Silvester.

Lalu, keesokan harinya, Jumat sore, 30 November 2018, keluaga Bunga melapor hal itu ke pihak kepolisian sektor (Polsek) Wae Lengga.

“Jadi, saya sebagai pihak pelapor. Saya om-nya korban. Kedua orangtuanya sudah berikan kepercayaan kepada saya,” ujar Silvester.

Menurutnya, pelaku sudah mengakui perbuatannya di hadapan Polisi.

Bunga juga sudah dibawa ke Puskesmas Borong untuk melakukan cek kehamilan.

“Dokter sudah kasih itu buku KIA (Kesehatan Ibu dan Anak) kepada keponakan saya yang hamil itu,” katanya.

Saat ini, pihak Bunga masih menunggu hasil pemeriksaan dokter.

“Menurut polisi, esok (hari ini, Selasa, 4 Desember) mereka pergi ambil hasil pemeriksaan dokter itu di Borong,” cerita Silvester.

Ia mengatakan, kini mereka sudah beberapa kali memberikan keterangan di Polsek Wae Lengga.

Pihak keluarga Bunga, lanjutnya, menyerahkan semuanya ke pihak kepolisian.

“Permintaan kami, selesaikan masalah ini secara pasti, tidak ada neko-nekonya lagi,” tutupnya.

Hingga berita ini dirilis, VoxNtt.com tengah berupaya mengonfirmasi pihak Polsek Wae Lengga seputar informasi itu.

Penulis: Nansianus Taris
Editor: Ardy Abba

Previous ArticleTenggelamnya KM Multi Prima 1, Keluarga Korban Minta Pencarian Diperpanjang
Next Article Yonif 408 Ajak Masyarakat Bersinergi Jaga Perbatasan

Related Posts

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026

Pemprov NTT Harus Lobi Pemerintah Pusat soal Nasib 9.000 PPPK

5 Maret 2026
Terkini

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.