Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Pidato Prabowo di Belu: dari Ucapan Natal, Nostalgia Perjuangan Hingga Kritikan
HEADLINE

Pidato Prabowo di Belu: dari Ucapan Natal, Nostalgia Perjuangan Hingga Kritikan

By Redaksi28 Desember 20183 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Prabowo saat berpidato di Gedung Graha Kirani, Atambua Belu-NTT (Foto: Marcel/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Atambua, Vox NTT-Calon Presiden, Prabowo Subianto menyampaikan ucapan selamat Natal bagi seluruh umat Kristiani di Indonesia khususnya NTT.

Ucapan ini disampaikan Prabowo saat memberikan pidato dalam acara Natal Ekumene yang diselenggarakan Gerakan Kristiani Indonesia Raya (Gekira) di gedung Graha Kirani Atambua, Belu, NTT, Jumat (27/12/2018).

“Secara pribadi dan atas nama keluarga besar partai Gerindra dan keluarga besar Joyo Kusumo saya ucapkan selamat hari raya Natal bagi umat Kristiani di seluruh Indonesia khususnya di NTT dan kabupaten Belu. Semoga hari raya Natal membawa kebaikan bagi saudara sekalian. Semoga di tahun yang akan datang kita dapat pula perdamaian, kebaikan, kesejahteraan, keadilan dan kemakmuran,” ujar Prabowo mengawali pidatonya.

Di hadapan ribuan massa yang hadir, Prabowo juga menyampaikan niatnya untuk memimpin Indonesia selama lima tahun ke depan.

Mantan Danjen Koppasus ini kemudian bernostalgia mengingat kembali masa dimana dirinya bertugas di Timor Timur beberapa tahun silam.

Prabowo mengaku, dirinya mempunyai sejarah khusus dengan  Belu dimana sejak masih muda ia menghabiskan banyak waktu untuk menyisir semua gunung dan jurang demi melaksanakan tugas negara.

“Saya mempunyai hubungan khusus dengan Rakyat Timor Timur dan juga rakyat di Timur Barat (daerah perbatasan), karena ada satu kejanggalan sejarah yaitu ada sebuah pulau dengan budaya dan sejarah latar belakang etnis yang sama tetapi terbelah dua karena diambil oleh penjajah yang datang dari jauh, satu namanya penjajah Belanda mengambil bagian Barat, penjajah yang satu Portugis mengambil yang Timur,” kisah Capres yang diusung Partai Gerindra ini.

Prabowo mengisahkan, dengan terlepasnya Timor-Timur, banyak masyarakat yang mengorbankan diri dan rela mati.

Atas pengorbanan masyarakat yang luar biasa ini, Prabowo meminta elit Indonesia untuk memberikan perhatian kepada masyarakat yang begitu setia dengan Merah Putih.

“Seharusnya elite Indonesia selalu ingat dengan pengorbanan yang luar biasa ini. Elite-elite di Indonesia adalah orang-orang yang pandai berbicara mengenai dasar Pancasila, cinta tanah air. Namun saudara-saudara kita dari Timor Timur, mereka tidak pandai berpidato, tidak pandai berbicara mungkin bahasa Indonesia mereka tidak pandai tetapi mereka buktikan dengan dedikasi perbuatan dengan pengorbanan fisik yang mereka lakukan demi kecintaan terhadap Republik Indonesia” tegas Prabowo.

Dia menambahkan, keinginannya untuk mengunjungi Timor sudah dipendam sejak lama. Seharusnya, kata Prabowo, ia sudah lama ingin mengunjungi Belu namun keinginan itu dipendam lantaran sebagai mantan komandan dia tidak tega datang lalu tidak memberikan hal yang berarti.

Karena itu ia bertekat, jika terpilih sebagai Presiden, ia akan datang kembali untuk membantu saudara-saudara di Timor Barat.

Di akhir pidatonya, Prabowo meminta dukungan dan doa masyarakat agar dirinya bisa bertarung dalam Pilpres 2019 mendatang.

Tidak hanya itu, pendiri partai Gerindra ini juga mengajak masyarakat untuk tetap menjaga kerukunan dan jangan mau dipecah belah dan diadu domba.

“Mari kita menjaga Republik Indonesia yang kita cintai di atas persatuan, persaudaraan, kerukunan, toleransi beragama dan saling menghormati serta saling menjaga dan melindungi,” demikian ajak Prabowo disambut tepung tangan ribuan hadirin yang memadati gedung Graha Kirani.

Penulis: Marcel Manek

Editor: Irvan K

Prabowo Subianto
Previous ArticleKetua DPRD NTT Minta Bupati Nagekeo agar Cerdas Memimpin
Next Article Menggantung Nyawa di Ujung Ekor Kadal Raksasa

Related Posts

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026

Pemprov NTT Harus Lobi Pemerintah Pusat soal Nasib 9.000 PPPK

5 Maret 2026
Terkini

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.