Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Sekolah dan 9 Rumah Warga di Tanjung Ende Terancam Abrasi
HEADLINE

Sekolah dan 9 Rumah Warga di Tanjung Ende Terancam Abrasi

By Redaksi24 Januari 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Gelombang pasang naik menghantam tembok penahan rumah warga di Kelurahan Tanjung, Kabupaten Ende hingga runtuh (Foto : Ian Bala/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ende, Vox NTT-Gelombang pasang naik beberapa hari terakhir mengancam sekolah dan sembilan rumah warga pesisir pantai di RT 09, RW 02, Kelurahan Tanjung, Kecamatan Ende Selatan, Kabupaten Ende.

Dua rumah warga nyaris abrasi akibat tembok penyokong ambruk dihantam gelombang laut.

Warga setempat, Hajirun menuturkan, peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (22/01/2019) Pukul 22.00 Wita.

Saat itu, gelombang pasang naik menghantam tembok penahan rumah hingga runtuh ke laut.

Ia menjelaskan, warga setempat sudah sering mengusulkan pembangunan tanggul pemecah gelombang saat Musrembang, namun tak pernah menemui kesepakatan.

“Solusinya harus bangun tanggul pak. Kita sudah usulkan tapi belum ada kesepakatan. Mudah-mudahan tahun ini bisa dibangun,”ucap dia kepada wartawan Kamis (24/01/2019) di lokasi kejadian.

Sekitar 9 rumah dan satu unit bangunan sekolah terancam abrasi akibat peristiwa tersebut (Foto : Ian Bala/Vox NTT)

Atas kejadian itu, kata dia, pemerintah sudah mendatangi ke lokasi kejadian untuk melakukan tanggap darurat. Pemerintah pun sudah mendata beberapa rumah yang mengalami musibah itu.

Sedangkan Guru SDI Paupanda 2, Yohanes Naru kepada media menjelaskan, gelombang pasang naik juga mengancam bangunan sekolah tersebut. Saat ini, gelombang sudah mulai menghantam tembok penahan.

Terdapat tiga ruang kelas serta satu ruang gudang terancam abrasi.

Yohanes menjelaskan, tahun 2019 pada lokasi tersebut direncanakan bangun tanggul pemecah ombak. Pembangunan itu akan menggunakan dana Pagu Indikatif Kelurahan (Pikel) Tanjung.

“Pertemuan Musrembang tingkat kelurahan, direncanakan dengan dana Pikel untuk membangun tanggul untuk tahun 2019,” kata Yohanes yang didampingi Ibrahim Jou, guru pada sekolah tersebut.

Terkait dengan proses pembelajaran, kata Yohanes, masih berjalan seperti biasanya. Namun, ia menghimbau kepada peserta didik untuk tetap waspada.

Penulis : Ian Bala

Editor: Irvan K

Ende
Previous ArticleDari Kantor Gubernur NTT, Fahri Hamzah Ucapkan Selamat Buat Ahok
Next Article Ahok Effect di NTT

Related Posts

Keuskupan Agung Ende dan Warga Flores Gugat Tiga SK Geothermal ke Mahkamah Agung

31 Juli 2026

Bantuan Rp100 Juta per Desa Mulai Diimplementasikan, Bapperida NTT Intervensi Manulai 2

20 Juli 2026

Demokrat Manggarai Timur Tanam 250 Pohon dan Bersihkan Pantai Borong

17 Juli 2026
Terkini

Apotek K-24 Resmikan Outlet di Labuan Bajo, Perluas Akses Layanan Kesehatan 24 Jam

4 Agustus 2026

Ketua DPRD Manggarai Timur Minta Agregat Jalan Watu Cie-Deno Dibongkar Jika Tak Sesuai Spesifikasi

4 Agustus 2026

Dua Belas Penundaan Menguji Kemanusiaan Akademik

4 Agustus 2026

ASN di Reok Barat Keluhkan Iuran HUT RI, Camat Sebut untuk Kelancaran Upacara

4 Agustus 2026

Camat Welak Kunjungi Tiga ODGJ di Desa Wewa, Sebut Penanganan ODGJ Jadi Prioritas

4 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.