Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Selama 10 tahun, 68,9 M Dana GSC untuk Matim
Regional NTT

Selama 10 tahun, 68,9 M Dana GSC untuk Matim

By Redaksi14 Desember 20162 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, VoxNtt.com-Selama 10 tahun sejak tahun 2007-2016 Pemerintah Manggarai Timur mendapat program generasi sehat dan cerdas (GSC) denga total alokasi dana bantuan langsung masyarakat (BLM) GSC  telah mencapai 68,9 Miliar.

Demikian disampaikan Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (BPMPD) Paskalis Serajudin, yang ditemui media ini usai membuka kegiatan workshop evaluasi pelayanan sosial dasar (PSD) GSC di Aula Kevikepan Borong, Selasa (13/12/2016).

Dia mengaku kegiatan Workshop yang menghadirkan seluruh steakholder yakni untuk koordinasi dan bertukar pengalaman untuk melahirkan rumusan program yang menyentuh masyarakat.

“Koordinasi GSC itu untuk mengintegrasikan program secara nasional, provinsi, kabupaten dan desa yang sudah dilaksanakan 6 wilayah kecamatan dan rencana ke depan” kata Paskalis.

Paskalis mengaku dana yang ada sudah dimanfaatkan oleh masyarakat. Keberhasilannya dalam pelaksanaan GSC sangat berkaitan langsung dengan kinerja program secara komprehensif.

Ia berharap seluruh steakholder dalam workshop dilaksanakan dengan tujuan pengembangan atas prinsip transparasi, akuntabilitas dan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan program.

“Setelah workshop diharapkan, tersedianya rumusan hasil evaluasi dan strategi atas peran pelaku sebagai komitmen bersama dalam peningkatan dan pengembangan implementasi kegiatan GSC. Juga tersusunnya rencana kerja program tahun 2017 yang lebih terukur dan berorentasi pada pencapaian target indicator keberhasilan GSC ke depan” tegas Paskalis

Hadir dalam workshop, Wakil ketua II DPRD Matim, Gorgonius D. Bajang, Sekertaris Dinas PPO kabupaten Matim, Yosef Durahi, perwakilan dari Bappeda Matim, perwakilan dari dinas Sosial dan Kesehatan, Faskab GSC, kantor urusan agama, inspektorat, dinas sosial, para camat, PJOK, UPTD Pendidikan, UPTD kesehatan, Fasilitator kecamatan, UPK, BKAD, BP-UPK, Penlok GSC.

Foto Feature: Peserta Workshop serius mendengarkan materi

Manggarai Timur
Previous ArticlePresidium GMNI Desak Polda NTT Usut Pelaku Penyerangan di Sabu Raijua
Next Article Kriminalisasi Nelayan Lamalera di Tengah Semarak Hari Nusantara

Related Posts

‘Gema Mabar’ Diluncurkan, Pemkab Manggarai Barat Fokus pada Ketahanan Pangan hingga Pariwisata Berkelanjutan

2 Juni 2026

Manggarai Barat Dorong Koperasi Desa Merah Putih Beroperasi Meski Belum Punya Gerai

30 Mei 2026

Pemkab Manggarai Barat Evaluasi Seluruh Destinasi Wisata Usai Insiden WNA Austria Terjatuh di Jembatan Gantung

30 Mei 2026
Terkini

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Alarm dari Kupang: Reformasi Radikal Pengendalian PAD

4 Juni 2026

Pemkab Manggarai Barat Usulkan Satgas Perizinan untuk Perkuat Pengawasan Usaha

4 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Tinjau Pembangunan Sanitasi dan Lokasi HPL di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Kejari Manggarai Barat Pulihkan Kerugian Negara Rp2,09 Miliar dari Dua Kasus Korupsi

4 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.