Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Sebelum Dilantik, Bupati Matim Dapat Kado Pahit dari Markus
NTT NEWS

Sebelum Dilantik, Bupati Matim Dapat Kado Pahit dari Markus

By Redaksi12 Februari 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Jasad Markus Mbaur saat digotong ke kampung halamannya (Foto: Abriel Jelatu)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT- Sebelum dilantik, kematian Markus Mbaur, seolah memberikan kado pahit untuk Agas Andreas dan Stefanus Jaghur, bupati dan wakil bupati Manggarai Timur (Matim) terpilih.

Keduanya akan dilantik dua hari lagi, Kamis 14 Februari 2019, di Kupang oleh Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laikodat.

Sayang, kepergian dua putra terpilih itu diwarnai “gemah” isak tangis keluarga Markus warga kampung Reong, Desa Rana Kapang, Kecamatan Elar.

Markus merupakan pasien yang meninggal di puskesmas Elar, Senin 11 Februari 2019, pagi.

Nyawanya tak dapat lagi tertolong, lantaran penyakit yang ia derita sudah sangat kronis.

“Dia sakitnya sangat parah dekat kelamin, kemarin kami bawa ke puskesmas Elar, tapi pagi tadi dia meninggal dunia,” ungkap Silvester Jelatuh, keluarga almarhum saat dihubungi VoxNtt.com, melalui sambungan telepon, Senin (11/2/2019) siang.

Dikisahkan Silvester, korban tidak sempat dibawa ke RSUD dr. Ben Mboi Ruteng lantaran mobil operasional puskesmas sedang berada di Ruteng.

Kepala Puskesmas Elar, Agustinus Jarut melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P3), Dinas Kesehatan Kabupaten Matim, Regina Malon, mengatakan kondisi pasien kala itu sudah sangat parah

“Saya sudah telepon kepala puskesmasnya, kondisinya sudah kolaps artinya sangat parah, sangat sulit untuk dirujuk,” ungkap Regina saat dihubungi VoxNtt.com, Senin siang.

Regina pun, memberikan alasan terkait mobil dinas yang tidak berada di puskesmas Elar, ketika Markus mulai dirawat, Minggu 10 Februari 2019.

“Sopir sedang melakukan perpajangan surat izin mengemudi (SIM) di Ruteng,” imbuhnya.

Namun, di balik peristiwa duka itu, mirisnya, jasad almarhum digotong oleh keluarga dan warga menuju kampung halamannya.

Tak ada pilihan lain bagi mereka, kesulitan akes jalan yang jaraknya sekitar 4 kilometer (km) itu, menjadi alasan untuk menggotong almarhum.

Penulis: Sandy Hayon
Editor: Ardy Abba

Puskesmas Elar
Previous ArticleDalami Dugaan Oknum Camat Terlibat Politik Praktis, Bawaslu TTU Periksa Sejumlah Saksi
Next Article Diwarisi Utang Senilai 88 M, Bupati Epy Tak Mau Tanggung

Related Posts

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026

Pemprov NTT Harus Lobi Pemerintah Pusat soal Nasib 9.000 PPPK

5 Maret 2026
Terkini

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026

Kisah Nangadhero, Desa Pesisir di Nagekeo Tempat Petani dan Nelayan Menjaga Harmoni

7 Maret 2026

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.