Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Tokoh Agama di Mabar Ajak Kaum Muda Perangi Paham Radikalisme
Regional NTT

Tokoh Agama di Mabar Ajak Kaum Muda Perangi Paham Radikalisme

By Redaksi21 Februari 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Diskusi publik yang digelar dalam rangka deklarasi KOPEARAD Mabar dengan tema "Antisipasi Viral Isu Radikalisme, Intoleransi, SARA dan Hoax" (Foto: Sello Jome/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Labuan Bajo, Vox NTT- Tokoh agama di Manggarai Barat (Mabar), Pastor Silvianus Mongko mengajak kaum muda untuk memerangi paham radikalisme yang ada di daerah itu.

“Semua anak muda harus mengkritisi serta ikut memerangi paham radikalisme yang ada di Indonesia khususnya di Manggarai Barat,” pinta Pastor Silvi dalam diskusi publik dan deklarasi
Komunitas Pemuda Anti Radikal (KOPEARAD) Mabar, Selasa (19/2/2019).

Dalam diskusi yang berlangsung di Aula Younth Center Paroki Roh Kudus Labuan Bajo itu, ia menjelaskan, paham radikalisme muncul sebelum Indonesia merdeka. Paham radikalisme terjadi, baik secara regional maupun nasional.

“Di Indonesia sering terjadi aksi demonstrasi dengan membawa bendera radikalisme. Karena itu ini tugas kaum muda di Mabar untuk melakukan upaya pencegahan dan menangkal masuknya paham radikalisme dan aksi intoleransi yang saat ini marak terjadi,” jelasnya.

Silvi menegaskan, paham radikalisme sering terjadi dari luar. Paham radikalisme juga, kata dia, dapat hidup dan mati kapan saja, tergantung bagaimana kelompok tertentu menghidupkannya kembali.

Sehingga ia berharap para pemuda harus berdiri kokoh untuk menolak masuknya paham radikalisme.

Silvi beranggapan melalui diskusi dengan berbagai organisasi dan dialog publik yang positif tentu akan meneguhkan kembali semangat persatuan bangsa dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Silvi juga berharap agar anak muda tidak boleh terpancing dengan paham radikalisme dan isu SARA yang kemudian dapat memicu terjadinya perpecahan.

Penulis: Sello Jome
Editor: Ardy Abba

Kopearad Mabar
Previous ArticleDiduga Sopir Mengantuk, Mobil Fortuner Terjun ke Jurang di KM 17 Ende
Next Article Pengamat: English Day Perlu Kesadaran Elite

Related Posts

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026

Perjuangan Mama Martina, Banting Tulang untuk Hidupi Keluarga sembari Rawat Suami Stroke

5 Maret 2026

KPB Program TEKAD Ponggeok Manggarai Kembangkan Penyulingan Minyak Cengkih

4 Maret 2026
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.