Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Ekbis»10 Tahun Rezim Tote-Agas Berkuasa, Kampung Mondo Matim Belum Dialiri Listrik
Ekbis

10 Tahun Rezim Tote-Agas Berkuasa, Kampung Mondo Matim Belum Dialiri Listrik

By Redaksi2 Maret 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Frans (kanan) didampingi keluarganya (Foto: Edy Dahal)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT-Selama 10 tahun kepemimpinan Yoseph Tote dan Agas Andreas di Kabupaten Manggarai Timur (Matim), Kampung Mondo, Desa Bangka Kantar, Kecamatan Borong belum dialiri listrik.

Padahal Kampung Mondo, letaknya tak jauh dengan pusat pemerintahan Kabupaten Matim di Lehong.

“Sampai hari ini kampung ini belum dipasang jaringan listrik,” ujar Frans salah seorang warga Kampung Mondo kepada VoxNtt.com, Kamis (28/2/2019).

Dikatakannya, warga kampung itu sangat membutuhkan jaringan listrik, layaknya desa-desa lain yang ada di pusat Kabupaten di Matim.

“Sampai hari ini masih dalam keadaan gelap gulita pada malam hari,” ujar pria yang akrab disapa Kraeng Frans itu.

Diakuinya juga, lokasi kampung itu selain memiliki kedekatan dengan pusat pemerintahan, juga dengan Wae Reca, sebuah wilayah yang berada di Kelurahan Rana Loba, Kecamatan Borong.

Lanjut Frans, sebagian besar tempat tinggal warga Kampung Mondo berada di pinggir jalan menuju kantor bupati Matim.

Namun, mirisnya bupati dan wakil bupati terpilih tak kunjung memberikan bantuan penerangan di kampung itu.

“Sejak dua periode bupati Yoseph Tote terpilih menjadi bupati, kami sama sekali tidak diperhatikan,” aku Frans.

“Petugas dari PLN atau apa itu kami tidak tahu, mereka selalu datang untuk mengukur dengan menggunakan alat. Tapi, lagi-lagi sampai hari ini tidak ada gambaran sama sekali untuk kami disini,” sambungnya.

Diakui Frans, sebagian besar penduduk desa Bangka Kantar banyak yang mendiami Kampung Mondo.

“Toh, kami sama sekali tidak diperhatikan oleh Pemerintah Manggarai Timur,” keluhnya.

Dikatakannya juga, hampir sebagian besar pejabat daerah yang bekerja di Lehong rumahnya berada di pinggir jalan menuju Kampung Mondo.

Tapi anehnya, pemerintah masih tutup mata dan telinga untuk melihat kampung itu.

Frans hanya mampu berharap agar bupati dan wakil bupati terpilih bisa melanjutkan program dari pemerintah pusat yakni listrik masuk desa.

Sehingga kata dia, warga yang ada di Kampung Mondo bisa menikmati jaringan listrik seperti kampung-kampung yang ada di desa lain di Kecamatan Borong

“Apa bedanya kami dengan masyarakat yang ada di kota Borong. Macam istimewa sekali mereka di sana. Bupati jangan hanya duduk di kantor kah harus jalan dan lihat langsung kebutuhan-kebutuhan masyarakat di setiap desa dan kampung,” tutup Frans.

Penulis: Sandy Hayon/Edi Nahal
Editor: Ardy Abba

Manggarai Timur
Previous ArticleWabup Nagekeo Tak Tinggal di Rujab, Ini Total Biaya Rumah Kontrakannya Per Tahun
Next Article Potensi Bawang di Desa Roga Ende Terkendala Akses Jalan

Related Posts

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026

Perjuangan Mama Martina, Banting Tulang untuk Hidupi Keluarga sembari Rawat Suami Stroke

5 Maret 2026

Perumda Air Minum Kota Kupang Luncurkan Promo Sambungan Baru dan Website Resmi Jelang HUT ke-17

2 Maret 2026
Terkini

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026

Kisah Nangadhero, Desa Pesisir di Nagekeo Tempat Petani dan Nelayan Menjaga Harmoni

7 Maret 2026

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.