Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HUKUM DAN KEAMANAN»Warga Tendatoto Ditemukan Tewas di Pondoknya
HUKUM DAN KEAMANAN

Warga Tendatoto Ditemukan Tewas di Pondoknya

By Redaksi2 Maret 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Polisi dan warga setempat sedang mengevakuasi korban dari dalam pondoknya (Foto: Dok. Polsek Urban Aesesa)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Mbay, Vox NTT- Naas menimpa Arnoldus Dawi Dae (70). Warga Aetabah RT 04, Dusun Wolowajo, Desa Tendatoto, Kecamatan Wolowae, Kabupaten Nagekeo itu ditemukan tewas di pondoknya, Jumat (1/3/2019).

Saat ditemukan warga, jasadnya dalam kondisi sudah membusuk.

Kapolsek Urban Aesesa AKP Ahmad mengungkapkan, mayat Arnoldus pertama kali ditemukan warga bernama Herman Yosef Dae (50) sekitar pukul 16.00 Wita.

Saat itu Herman datang dari arah timur dan hendak membeli pisang masak milik korban di pondoknya.

Herman lantas memanggil korban dengan sebutan Kakak Are. Namun tidak ada jawaban dari korban.

Seketika itu Herman melihat banyak lalat di pintu pondok dan di bawah kolong.

Herman mencoba mengintip dari balik celah pintu. Bahkan banyak lalat yang muncul dari dalam pondok korban.

Kapolsek Ahmad menambahkan, karena mencurigai Herman kemudian kembali ke Kampung Wolowajo untuk memberitahukan kepada keluarga korban.

Selanjutnya Herman dan keluarga korban kembali datang ke pondok tersebut.

Sesampai di sana, mereka juga tidak berani membuka pintu pondok karena belum ada pihak Kepolisian.

Selanjutnya mereka mendatangi Pospol Wolowae untuk melaporkan kejadian tersebut. Polisi pun datang ke tempat kejadian perkara (TKP).

“Ketika dibuka pintu benar bahwa korban sudah meninggal dunia dan badan korban dalam keadaan proses pembusukan,” jelas AKP Ahmad saat diwawancarai di ruang kerjanya, Sabtu (2/3/2019).

Selanjutnya, pihak Kepolisian bersama warga langsung mengevakuasi jasad korban.

Jasadnya langsung dibawa ke rumah korban. Di sana, jenazah korban divisum oleh dokter.

Menurut Kapolsek Ahmad, korban meninggal sejak Rabu 27 Februari 2019 lalu.

“Dan berdasarkan pengakuan keluarga bahwa korban ada gangguan mental,” katanya.

Penulis: Arkadius Togo
Editor: Ardy Abba

Nagekeo Polsek Aesesa
Previous ArticleKisah Ibu Sisilia dan Garis Kemiskinan Kabupaten Ende-Flores
Next Article Kisah Antonius Si Pembelah Batu dari Manggarai Timur

Related Posts

Kisah Nangadhero, Desa Pesisir di Nagekeo Tempat Petani dan Nelayan Menjaga Harmoni

7 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026

RSUD Aeramo Luncurkan Inovasi Layanan “Bahagia Kita”

4 Maret 2026
Terkini

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026

Kisah Nangadhero, Desa Pesisir di Nagekeo Tempat Petani dan Nelayan Menjaga Harmoni

7 Maret 2026

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.