Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»KESEHATAN»Diduga Rekrut Pegawai “Diam-diam”, Kepala Dinkes Matim: Itu Sesuai Juknis
KESEHATAN

Diduga Rekrut Pegawai “Diam-diam”, Kepala Dinkes Matim: Itu Sesuai Juknis

By Redaksi3 Maret 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kadis Kesehatan Matim, dr. Surip Tintin (Foto: Ano Parman/ Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT-Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai Timur (Matim) diduga melakukan perekrutan tenaga yang dibiayai oleh dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) secara “diam-diam”.

Salah satu sumber yang enggan namanya dimediakan mengaku perekrutan tenaga kerja di dinas itu sarat nepotisme.

“Awal Februari lalu Dinkes Matim merekrut tenaga yang ditempatkan di-25 puskesmas sebanyak 4 orang per puskemas, kebanyakan dari luar Matim yang rata-rata belum pernah mengabdi di puskesmas,” ujar sumber itu saat menghubungi VoxNtt.com, Kamis (28/2/2019).

Menurut sumber itu, ada yang sudah lama bekerja di Matim, namun tidak diakomodir.

“Perekrutan tanpa seleksi, istilahnya siapa cepat dia dapat,” kata sumber itu.

Dikatakan sumber itu, di salah satu puskesmas di wilayah Kecamatan Kota Komba ada tenaga konseling yang sudah mengabdi dua tahun justru tidak diakomodir. Malah Dinkes Matim menempatkan orang dari luar.

Padahal lanjut sumber itu, kalau dilihat dari beban kerja tenaga konseling tidak perlu diangkat. Alasannya di setiap puskesmas sudah ada bahkan jumlahnya 4 sampai 5 orang.

Menanggapi itu, Kepala Dinas Kesehatan Matim, dr. Surip Tintin saat dikonformasi VoxNtt.com, Sabtu (2/3/2019), mengatakan isu tersebut hanyalah gosip.

“Sembarang saja percaya gosip, itu bukan THL, itu tenaga yang dibiayai dari bantuan operasional kesehatan (BOK),” ujarnya.

Lanjut Titin, semua tenaga kerja yang mendaftar harus membawa rekomendasi dari puskesmas. Itu berarti hanya yang sudah sukarela dan terdata di Dinkes Matim.

Ia menambahkan, tenaga yang direkrut itu sesuai dengan juknis dari pemerintah pusat.

“Kalau sudah sukarela 5 tahun, tapi bukan jenis tenaga yang dibutuhkan sesuai juknis ya.. tidak bisa masuk,” imbuhnya.

“Bidan yang sudah sukarela 5 tahun, tetapi yang dibutuhkan gizi, SKM Kesling, akuntansi, kan tidak bisa terima bidan tadi. Yang akuntansi belum pernah sukarela di Matim tapi dibutuhkan, ya terima,” tambahya.

Tintin mengaku, selama ini, Matim tidak memiliki tenaga sukarela akutansi. Sehingga para pelamar yang mendaftarkan diri tidak hanya berasal dari wilayah Matim.

Ia juga enggan berpolemik lantaran tengah memperjuangkan Dinkes Matim ke depannya.

“Energi saya sudah terkuras untuk memperjuangkan Dinkes Matim, jadi saya lelah kalau terus menerus diserang hal-hal seperti itu,” tandas dr. Surip.

Penulis: Sandy Hayon
Editor: Ardy Abba

Dinkes Matim
Previous ArticleBulog Ende Siap Alokasi 489 Ton Beras Sejahtera
Next Article Plato dan Perumpamaan tentang Gua

Related Posts

Kasus Kekerasan Anak di Manggarai Timur Masih Tinggi, Pemkab Siapkan Kanal “Pro-Puan Matim”

20 Mei 2026

PPK Sebut Plafon Ambruk di Puskesmas Narang Tidak Masuk Pengerjaan Rehabilitasi

16 Mei 2026

Plafon Puskesmas Narang Ambruk Saat Pelayanan, Petugas Soroti Proyek Rehabilitasi

15 Mei 2026
Terkini

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

Peti Persembahan vs Peti Mati

6 Juni 2026

Jejak Skandal AKP Serfolus Tegu: Istri Simpanan, Dugaan Kekerasan hingga Laporan ke Propam

5 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Alarm dari Kupang: Reformasi Radikal Pengendalian PAD

4 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.