Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Kematian Yesus Mengubah Kebencian Menjadi Perdamaian
Regional NTT

Kematian Yesus Mengubah Kebencian Menjadi Perdamaian

By Redaksi20 April 20191 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ketua Majelis Jemaat Gereja Efata Kota Soe, Pendeta Hendrik Kudji Rihi (Foto: Dok. pribadi)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT-Tujuan dari kematian Yesus adalah terciptanya kembali perdamaian yang menyeluruh antara Allah dan manusia. Kematian Yesus mampu mengubah kebencian dan kekerasan menjadi pengampunan dan perdamaian.

Demikian diungkapkan Ketua Majelis Jemaat Gereja Efata Kota Soe, Pendeta Hendrik Kudji Rihi saat diwawancari VoxNtt, Jumat (19/04/2019) kemarin terkait perayaan Jumat Agung.

“Yesus bersedia tubuhNya dilukai namun hatinya tetap memancarkan belas kasih. Ini hendaknya menjadi teladan iman umat Kristiani,” katanya.

Lebih lanjut terang Pendeta Hendrik, kematian Yesus adalah kematian bermartabat.

“Ini diungkapkan saat Yesus menundukkan kepala dan menyerahkan nyawa-Nya. Artinya ada tindakan aktif rela menyerahkan nyawa-Nya,” ujar Ketua Majelis Jemaat Gereja Efata ini.

Namun setelah kematian itu, terang Pendeta Hendrik, Yesus bangkit pada hari ketiga dan mengambil kembali manusia dari tangan iblis.

“Pesan Jumat Agung adalah apakah kita masih membalas kekerasan dengan kekerasan? Teror dengan teror? Yesus telah mati dan kemudian bangkit untuk menyelamatkan semua kedegilan hati manusia,” demikian pesannya.

Penulis: L. Ulan

Editor: Irvan K

Hendrik Kudji Rihi TTS
Previous ArticlePentingnya Perda tentang Hutan Adat di Kabupaten Malaka
Next Article Satu TPS di Ngada Gelar PSU

Related Posts

Ketua DPRD Manggarai Timur Minta Agregat Jalan Watu Cie-Deno Dibongkar Jika Tak Sesuai Spesifikasi

4 Agustus 2026

ASN di Reok Barat Keluhkan Iuran HUT RI, Camat Sebut untuk Kelancaran Upacara

4 Agustus 2026

Camat Welak Kunjungi Tiga ODGJ di Desa Wewa, Sebut Penanganan ODGJ Jadi Prioritas

4 Agustus 2026
Terkini

Apotek K-24 Resmikan Outlet di Labuan Bajo, Perluas Akses Layanan Kesehatan 24 Jam

4 Agustus 2026

Ketua DPRD Manggarai Timur Minta Agregat Jalan Watu Cie-Deno Dibongkar Jika Tak Sesuai Spesifikasi

4 Agustus 2026

Dua Belas Penundaan Menguji Kemanusiaan Akademik

4 Agustus 2026

ASN di Reok Barat Keluhkan Iuran HUT RI, Camat Sebut untuk Kelancaran Upacara

4 Agustus 2026

Camat Welak Kunjungi Tiga ODGJ di Desa Wewa, Sebut Penanganan ODGJ Jadi Prioritas

4 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.