Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Seni dan Budaya»Hamparan Sawah Mengagumkan, Pesona Alam Satarmese
Seni dan Budaya

Hamparan Sawah Mengagumkan, Pesona Alam Satarmese

By Redaksi30 Desember 20163 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Panorama Persawahan Kebe Gego, Satarmese Utara (Foto: Silvester Yunani)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, VoxNtt.com- Sebuah permadani indah terbentang luas di Satarmese Raya, Kabupaten Manggarai-Flores.

Di daerah Manggarai bagian selatan ini ternyata terdapat hamparan sawah yang luas, dipadu dengan padi nan subur mengisahkan permadani indah.

Mendatangi daerah yang berbatasan langsung dengan laut Sawu ini serentak cara pandang tentang sawah mulai berubah.

Sawah diartikan sebagai tempat para petani bercocok tanam demi mengisi kebutuhan ekonomi semata, kini dapat pula menjadi tempat wisata yang mengagumkan.

Warnanya yang hijau di pertengahan musim tanam selalu menyejukan mata. Hamparan daun-daun padi hijau ini begitu luas .

Tertetesi butiran-butiran embun dari atas, melekat erat di dahan tampak memancarkan sinar berkilau bagai mutiara yang berbias. Itu jika Anda berkunjung ke Satarmese di pagi hari.

Di akhir musim tanam, warna padi kuning keemasan seakan selalu memancarkan keceriaan. Saat melewati Kecamatan Satarmese di musim ini tak jarang senyum sumringah muncul dari wajah para pelancong.

Panorama sawah di daerah yang saat ini sudah dibagi menjadi tiga kecamatan itu memang selalu menyisakan keindahan alam nan asri.

Hijau kuning yang begitu indah. Burung-burung kecil terbang bebas kesana-kemari. Angin berhembus sedikit kencang di lepas pantai Laut Sawu menambah sensasi jika Anda bertandang ke daerah penghasil padi di Kabupaten Manggarai itu.

Kecamatan Satarmese berjarak sekitar 20 kilometer arah selatan kota Ruteng, ibu kota Kabupaten Manggarai. Hanya membutuhkan sekitar 90 menit berkendaraan Anda sudah bisa menapakan kaki di persawahan indah ini.

Satarmese memang tak hanya punya sawah nan indah, tetapi masih ada tempat pariwisata lain yang juga sangat indah dan mengagumkan.

Sebut saja pantai Inembele yang terletak tepat di Iteng, ibu kota Kecamatan Satarmese. Panorama pantai ini sangat indah, dihiasi gelombang yang cukup ekstrim.

Foto:Panorama Persawahan Tal, Kecamatan Satarmese (Foto: Ardy Abba/VoN)
Foto:Panorama Persawahan Tal, Kecamatan Satarmese (Foto: Ardy Abba/VoN)

Di sini, Anda juga bisa menikmati pemandangan hutan tropis di pinggir pantai yang cukup langka.

Pong Inembele begitu nama hutannya, memiliki jutaan kalong atau kelelawar, pohon – pohon tua dan juga satwa-satwa seperti ular, burung Maleo, kera dan lain-lain.

Sekitar 2 kilometer ke arah barat dari Pong Inembele juga terdapat kolam pemancingan Mina Wisata Nanga Woja yang sangat ramai dikunjungi pada saat hari libur. Jika Anda punya hobi memancing, tidak salah jika mengunjungi tempat ini.

Selain itu terdapat pula tempat wisata lain seperti, Kampung Tradisional Wae Rebo. Secara geografis kampung ini terletak diatas ketinggian 1.200 meter di atas permukaan laut (m dpl).

Wae Rebo merupakan bagian dari Desa Satar Lenda, Kecamatan Satarmese Barat.

Di sini wisatawan mendapat kesempatan untuk melihat dan tinggal di Mbaru Niang, sebuah rumah tradisional Flores yang masih tersisa dan hanya ada di kampung Wae Rebo. Pada tahun 2012 silam, Mbaru Niang mendapatkan penghargaan dari UNESCO.

Pemandangan alam perbukitan dan hutan hijau yang masih asri, dengan diselimuti kabut yang kadang tersibak oleh hembusan angin sehingga memperlihatkan tujuh buah Mbaru Niang yang berdiri dengan anggunnya, merupakan sebuah pemandangan bak di Satarmese Barat. (Ardy Abba/VoN).

Manggarai
Previous ArticleHogor Hini dan Do’a Para Pemasak Garam di Utan Tudi
Next Article Kadis DKP Sikka: Tanpa Dukungan Infrastruktur, Ekonomi Laut Hanya Mimpi Kosong

Related Posts

Edi Hardum Minta Menteri HAM Awasi Penanganan Laporan Bupati Hery Nabit di Polres Manggarai

4 Juni 2026

Advokat Publik Nilai Laporan Bupati Manggarai terhadap Edi Hardum Tidak Sesuai Mekanisme UU Pers

3 Juni 2026

Isno Baco Ajak Warga Desa Pinggang Berpolitik “Riang Gembira” pada Pilkades 2026

2 Juni 2026
Terkini

Gabriel Goa Desak Penuntasan Kasus TPPO Mariance Kabu dan Yuliana Dopo

6 Juni 2026

Ahli Waris Yakin PN Kupang Putus Objektif Gugatan Peralihan Sertifikat dan Rumah

6 Juni 2026

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

Peti Persembahan vs Peti Mati

6 Juni 2026

Jejak Skandal AKP Serfolus Tegu: Istri Simpanan, Dugaan Kekerasan hingga Laporan ke Propam

5 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.