Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Pendidikan NTT»Genjot TTS Menuju Kabupaten Layak Anak, Ini yang Dilakukan
Pendidikan NTT

Genjot TTS Menuju Kabupaten Layak Anak, Ini yang Dilakukan

By Redaksi10 Juni 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Guster Sihombing, Koordinator Partisipasi Anak dan Kaum Muda Plan Internasional (Foto: Istimewa)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Soe, Vox NTT- Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) saat ini terus membangun sinergi dan kerja sama dengan berbagai pihak menuju  Kabupaten Layak Anak (KLA).

Salah satu langkahnya, Pemkab TTS, Plan Internasional TTS dan Circle Imagine Society (CIS) Timor menggelar bedah naskah akademis Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) KLA,  belum lama ini.

Guster Sihombing, Koordinator Partisipasi Anak dan Kaum Muda Plan Internasional kepada VoxNtt.com mengatakan, ketiga pihak tersebut telah membahas naskah akademik Ranperda KLA.

Kegiatan itu, jelas Guster, melibatkan Kepala Desa, Camat, Pemkab TTS dan Pemprov NTT.

“Raperda ini bertujuan mengikat dan menciptakan sinergi menuju TTS Layak anak,” jelasnya.

Saat ini, katanya, Kabupaten TTS masih berada pada kategori pratama dengan raihan poin 300 dari 1.000 poin.

Namun Guster optimistis, dengan kerja sama dari desa, kecamatan hingga kabupaten maka tahun 2024 nanti, TTS sudah bisa mencapai level 750 poin dengan kategori KLA.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) TTS, Dominggus Banunaek kepada VoxNtt.com mengatakan, menuju TTS layak anak perlu sinergi semua komponen masyarakat.

“Infrastruktur seperti ruang publik terbuka di sekolah, sarana kesehatan perlu ramah anak. Dan, ini diharapkan dilakukan serentak oleh desa, kecamatan maupun di kota,” kata Banunaek.

Ia berharap dengan Ranperda yang sementara diproses ini bisa mewujudkan TTS sebagai KLA.

Penulis: L. Ulan
Editor: Ardy Abba

Plan Internasional TTS
Previous ArticleKisah Mama Adel: Ibunda Bocah 15 Tahun yang Butuh Sentuhan Pemda Matim (2)
Next Article Libur Lebaran 2019, Pengunjung Danau Kelimutu Turun 12,78 Persen

Related Posts

Dugaan Pungli Pengambilan SKL dan Ijazah di SMPN Satap Munde Matim, Warga Desak Dinas Tindak Tegas

18 Juli 2026

Dua Siswa SMPN 10 Poco Ranaka Lolos OSN Provinsi, Wakili Manggarai Timur

14 Juli 2026

SMP Tujuh Tangkai Pulau Boleng Buka Pendaftaran Siswa Baru, Permudah Akses Pendidikan Anak Kepulauan

29 Juni 2026
Terkini

Gubernur NTT Minta PMKRI Tetap Jadi Mitra Kritis Pemerintah

21 Juli 2026

Bupati Matim Dorong Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Manggarai Raya

20 Juli 2026

Bupati Manggarai Harap Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Daerah 3T

20 Juli 2026

Bantuan Rp100 Juta per Desa Mulai Diimplementasikan, Bapperida NTT Intervensi Manulai 2

20 Juli 2026

PMKRI Perkuat Komitmen Kawal Pembangunan dan Kebijakan Nasional

20 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.