Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»KOMUNITAS»Kunjung ke Tapal Batas Matim dan Ngada, Ini Kata Gubernur NTT
KOMUNITAS

Kunjung ke Tapal Batas Matim dan Ngada, Ini Kata Gubernur NTT

By Redaksi16 Juni 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Penanaman pohon pilar di titik Bensur Desa Sambinasi Barat yang dilakukan oleh Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Bajawa, Vox NTT-Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat melakukan kunjungan ke wilayah tapal batas Kabupaten Manggarai Timur (Matim) dan Ngada, Jumat (14/06/2019).

Kunjungan ini tepatnya di titik 5 perbatasan antara Desa Sambinasi Barat Kecamatan Riung-Ngada dan Desa Golo Lijun Kecamatan Elar-Matim.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Viktor mengajak agar tidak boleh mendengar isu apapun di balik penyelesaian sengketa tapal batas, selain kemajuan pembangunan.

Menurut Viktor, penyelesaian sengketa tapal batas Matim dan Ngada adalah agenda perdamaian.

“Ini bukan kerja siapa siapa, tapi cinta kasih dari kedua pihak, sehingga hari ini terjadi penyelesaian batas secara aman dan damai. Perjalanan panjang persoalan batas sudah tidak penting, sekarang kita hanya fokus lihat masa depan. Jangan dengar isu apapun, karena ada saja orang yang ingin hambat pembangunan,” tegasnya.

“Kalau kita miskin di tempat yang kaya,Tuhan marah. Saya lihat ini wilayah saya kagum sekali, jadi cukup sudah, tidak ada lagi permusuhan, Ngada dan Manggarai adalah saudara. Kapan mau maju kalau kita ribut terus,” sambung Gubernur Viktor.

Ia berjanji akan menggelontorkan 100 miliar rupiah untuk percepatan pembangunan perbatasan Ngada-Matim.

Viktor juga menyebut ada bantuan satu juta ekor bibit ikan kerapu yang akan dibudidayakan di perairan Riung.

Selain itu, lanjut dia, potensi wisata akan dikembangkan di wilayah perbatasan Ngada. Sementara perbatasan Matim, Viktor melihat peluang pengembangan garam dalam skala besar.

Ia melanjutkan, pengembangan jaringan komunikasi didorong untuk segera melayani kebutuhan masyarakat perbatasan Matim dan Ngada.

Disaksikan awak media seremonial perdamaian dan penyelesaian konflik tapal batas Ngada-Matim ini ditandai dalam prosesi adat dari dua kabupaten.

Itu seperti; ritual “Pintu Manuk”(saling tukar ayam, simbol persaudaraan), pemotongan babi, serta kerbau sebagai simbol perdamaian.

Rangkaian kegiatan berjalan aman dan lancar, serta disaksikan pejabat dan masyarakat dari Ngada dan Matim.

Penulis: Arkadius Togo
Editor: Ardy Abba

Manggarai Timur Ngada Tapal Batas Viktor Bungtilu Laiskodat
Previous ArticleCFC Resmi Dibuka di Labuan Bajo
Next Article Derita Warga Topak Tanpa Jembatan Luput dari Perhatian Pemkab Manggarai

Related Posts

Ketua DPRD Manggarai Timur Minta Agregat Jalan Watu Cie-Deno Dibongkar Jika Tak Sesuai Spesifikasi

4 Agustus 2026

Kejaksaan Manggarai Akui Dampingi Proyek Hotmix Rp14,4 Miliar di Matim, Dugaan Material Ilegal Akan Diteruskan

29 Juli 2026

Proyek Hotmix Watu Cie-Deno Senilai Rp14 Miliar Diduga Gunakan Material Ilegal, Kontraktor dan Dinas PUPR Bungkam

28 Juli 2026
Terkini

Apotek K-24 Resmikan Outlet di Labuan Bajo, Perluas Akses Layanan Kesehatan 24 Jam

4 Agustus 2026

Ketua DPRD Manggarai Timur Minta Agregat Jalan Watu Cie-Deno Dibongkar Jika Tak Sesuai Spesifikasi

4 Agustus 2026

Dua Belas Penundaan Menguji Kemanusiaan Akademik

4 Agustus 2026

ASN di Reok Barat Keluhkan Iuran HUT RI, Camat Sebut untuk Kelancaran Upacara

4 Agustus 2026

Camat Welak Kunjungi Tiga ODGJ di Desa Wewa, Sebut Penanganan ODGJ Jadi Prioritas

4 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.