Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HUKUM DAN KEAMANAN»Galian Pasir Weol Cancar Kembali Makan Korban
HUKUM DAN KEAMANAN

Galian Pasir Weol Cancar Kembali Makan Korban

By Redaksi14 Juli 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Titik korban Sfetanus Galus (46) jatuh di tambang pasir Weol (Foto: Feri Cembes)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, Vox NTT- Lokasi galian pasir Weol Cancar, Kelurahan Wae Belang, Kecamatan Ruteng, Kabupaten Manggarai kembali memakan korban jiwa.

Kali ini naas menimpa penggali pasir bernama Sfetanus Galus (46). Warga asal Munggis, Desa Tengku Lese, Kecamatan Rahong Utara itu tewas tertimpa runtuhan batu di lokasi galian C Weol Cancar, Minggu (14/07/2019).

Feri Cembes, warga Cancar mengatakan, kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 11.00 Wita.

“Pa kami hanya mendengar suara semacam ada reruntuhan tanah atau pasir begitu, tapi kami tidak tahu ada yang bekerja di situ karena hari ini kan hari Minggu,” kata Feri saat dihubungi VoxNtt.com, Minggu sore.

Menurut dia, usai kejadian Stefanus langsung diantar ke Rumah Sakit Cancar. Namun hanya beberapa saat ada di Rumah Sakit Cancar, Stefanus langsung meninggal dunia.

“Jasad korban sudah diantar keluarga ke kampung halamannya di Munggis. Memang sehari-hari korban menjadi buruh lepas di lokasi tambang tersebut,” katanya.

Korban, kata dia, meninggalkan 3 orang anak dan seorang istri.

Feri mengaku, tambang pasir Weol Cancar bukan kali pertamanya memakan korban jiwa.

Pada 24 Agustus 2018 lalu, lokasi tambang pasir tersebut juga memakan korban jiwa. Saat itu korbannya ialah Maria Andriani (7). Ia tewas tertimbun longsoran pasir.

“Saya selaku koordinator aksi protes penutupan tambang beberapa tahun yang lalu, pernah meminta Dinas Pertambangan Provinsi NTT untuk melakukan penertiban terkait aktivitas galian di lokasi tersebut, khusus bagi pemilik lahan untuk memperhatikan faktor keselamatan pekerja,” ujar Feri.

Penulis: Ardy Abba

Cancar Kabupaten Manggarai Pasir Weol
Previous ArticleLumpuh Akibat Kecelakaan, Pasutri Ini Hidup dari Belas Kasih Tetangga
Next Article Pelaku Pariwisata Apresiasi Rencana Penutupan Pulau Komodo

Related Posts

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026

Rumah Warga di Cibal Barat Ambruk Diterpa Hujan dan Angin Kencang

5 Maret 2026

Profil Desa Paka, Kecamatan Satarmese, Kabupaten Manggarai

4 Maret 2026
Terkini

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.