Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Pilkada»Pengamat: Siapapun Pimpinan DPRD NTT Merupakan Putra Terbaik
Pilkada

Pengamat: Siapapun Pimpinan DPRD NTT Merupakan Putra Terbaik

By Redaksi29 Juli 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Pengamat politik dari Universitas Muhammadiyah Kupang, Ahmad Atang (Foto: Ist)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT – Pengamat politik dari Universitas Muhammadiyah Kupang Ahmad Atang mengatakan, siapapun yang terpilih menjadi pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) periode 2019/ 2024 merupakan putra terbaik.

”Dan akan selalu berfikir untuk NTT secara utuh bukan berfikir yang bersifat parsial kedaerahan di mana dia dipilih,” kata Ahmad Atang kepada wartawan terkait calon pimpinan DPRD NTT di Kupang, Senin (29/07/2019).

Atang menyatakan, melihat komposisi anggota DPRD NTT terpilih dapat dipastikan akan terakomodir keterwakilan secara geopolitik seperti dari Timor, Sumba, dan Flores.

“Jika ini yang terjadi maka pimpinan DPRD NTT telah merepresentasikan kepentingan masyarakat yang multikulturalisme ini,” ujarnya.

Menurutnya, sesuai regulatif partai pemenang pemilu otomatis akan menjadi pimpinan dewan. Oleh karena itu kata dia, secara faktual partai seperti PDIP, Golkar, NasDem dan PKB akan mendapat porsi menjadi pimpinan DPRD NTT.

Secara strukturalis lanjut dia, PDIP sebagai pemenang pemilu akan menduduki jabatan sebagai ketua dan akan didampingi oleh tiga wakil ketua.

Namun, secara personal menjadi kewenangan masing-masing partai yang akan menentukan siapa kader yang akan didorong untuk menduduki jabatan struktural tersebut.

“Karena partai memiliki otonomi untuk menentukan kadernya, maka aspek geopolitik dan keseimbangan sulit dilakukan kompromistis antarpartai,” katanya.

Walaupun begitu, lanjut dia, melihat komposisi anggota dewan terpilih, maka dapat dipastikan akan terakomodir keterwakilan secara geopolitik seperti dari Timor, Sumba dan Flores.

Penulis: Tarsi Salmon
Editor: Ardy Abba

DPRD NTT Kota Kupang
Previous ArticleBasarnas Kupang Gelar Pelatihan Pertolongan di Bangunan Runtuh
Next Article Disebut-sebut Jadi Ketua DPRD Matim, Yeremias Dupa: Semua Figur Berpeluang

Related Posts

Golkar NTT Umumkan Pengurus Baru 2025–2030, Targetkan Musda Kabupaten Rampung April

6 Maret 2026

Jaringan Masyarakat Sipil Audiensi dengan Komisi V DPRD NTT Bahas Kasus Perdagangan Orang

5 Maret 2026

Pemprov NTT Harus Lobi Pemerintah Pusat soal Nasib 9.000 PPPK

5 Maret 2026
Terkini

Golkar NTT Umumkan Pengurus Baru 2025–2030, Targetkan Musda Kabupaten Rampung April

6 Maret 2026

Cerdas Digital Saja Tidak Cukup: Haruskah Psikologi Jadi Pelajaran Wajib di Sekolah?

6 Maret 2026

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026

Memburu “Hantu”, Memukul Manusia, dan Psikologi Sosial

6 Maret 2026

Jaringan Masyarakat Sipil Audiensi dengan Komisi V DPRD NTT Bahas Kasus Perdagangan Orang

5 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.