Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»KESEHATAN»Pemda Malaka Gencar Sosialisasi Ancaman Stunting
KESEHATAN

Pemda Malaka Gencar Sosialisasi Ancaman Stunting

By Redaksi13 Agustus 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Bupati Malaka, Stef Bria Seran (Foto: VoxNtt.com)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Betun, Vox NTT-Pemerintah kabupaten Malaka, Propinsi NTT terus gencar memerangi ancaman stunting di daerah itu.

Wujud komitmen pemerintah dinyatakan dalam kegiatan rembuk stunting tingkat kabupaten Malaka di aula Kantor Bupati Malaka, Senin (12/08/2019).

Kegiatan tersebut dibuka oleh Bupati Malaka, Stef Bria Seran dan dihadiri Sekda Malaka, Asisten Bupati , Pimpinan Perangkat Daerah, Camat, para Kepala Desa dan para petugas kesehatan se-kabupaten Malaka.

Dalam sambutannya, Bupati Malaka menjelaskan, masalah stunting disebabkan oleh dua faktor yakni genetika dan asupan gizi.

Faktor genetik yang ia maksud adalah kebiasaan kawin-mawin yang monoton. Sementara terkait asupan gizi, banyak bayi dan balita yang terkena stunting akibat rendahnya asupan gizi dalam makanan.

“Perlu penyediaan makanan yang memadai. Lalu, perlu pengolahan dan distribusi yang bagus”, tandas Bupati Stef.

Untuk menyelesaikan masalah ini, Stef menyarankan semua sektor untuk bekerja sama, terutama dinas-dinas yang berhubungan langsung dengan mobilisasi kemakmuran rakyat.

Ia juga menginstruksikan dinas kesehatan untuk gencar melakukan sosialisasi ke tengah masyarakat.

Demikian pun dengan lembaga keluarga. Keluarga kata dia, merupakan lembaga yang sangat berperan dalam memerangi stunting.

Untuk itu, setiap kepala keluarga harus memastikan kandungan gizi yang dimakan oleh anak-anak.

Bupati Stef juga menghimbau semua peserta yang hadir untuk menjadi duta stunting. Caranya, dengan menyebarkan pengetahuan seputar penyebab dan dampak stunting ke tengah masyarakat.

Tentang Stunting

Stunting merupakan salah satu persoalan besar yang masih mengganjal kesehatan masyarakat Indonesia, termasuk di Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Menurut Riskesdas tahun 2018, prevalensi stunting di Indonesia adalah sebesar 30,8%, di mana prevalensi di Provinsi Nusa Tenggara Timur mencapai 42,6%.

Stunting disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam rentang waktu yang lama, dimana asupan makanan tidak sesuai dengan kebutuhan gizi.

Stunting yang termasuk dalam malnutrisi ini mempengaruhi pertumbuhan linear seorang anak. Anak (usia 0 sampai 59 bulan) disebut stunting atau pendek apabila persentase tinggi badan terhadap usia di bawah minus dua (pendek) dan minus tiga (sangat pendek) berdasarkan kurva standar pertumbuhan anak yang dikeluarkan oleh WHO.

Gejala stunting yang dapat kita cermati yaitu anak berbadan lebih pendek untuk anak seusianya, proporsi tubuh anak cenderung normal namun anak tampak lebih kecil untuk usianya, berat badan rendah untuk anak seusianya, serta pertumbuhan tulang tertunda.

Stunting pada anak bukan hanya sekedar terlihat pendek, namun berdampak pada pertumbuhan dan perkembangannya. (VoN)

Previous ArticleBerkunjung ke Kupang, Ini Rangkaian Kegiatan Ahok
Next Article Pemuda di TTS Inisiatif Perbaiki Jalan Provinsi, Siapa yang “Namkak”?

Related Posts

RSUD Aeramo Luncurkan Inovasi Layanan “Bahagia Kita”

4 Maret 2026

RRI Labuan Bajo dan Plataran Komodo Gelar Donor Darah, Perkuat Aksi Kemanusiaan di Manggarai Barat

3 Maret 2026

NTT Dapat 7 Dokter Spesialis di Batch Ketiga, Pemprov Siapkan Skema Penempatan dan Dukungan Pengabdian

27 Februari 2026
Terkini

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026

Kisah Nangadhero, Desa Pesisir di Nagekeo Tempat Petani dan Nelayan Menjaga Harmoni

7 Maret 2026

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.