Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Ekbis»Petani Hortikultura di Mabar Raup Penghasilan 1 Juta Per Hari
Ekbis

Petani Hortikultura di Mabar Raup Penghasilan 1 Juta Per Hari

By Redaksi27 Agustus 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Panen raya sayur-sayuran Poktan Sahabat Nanga, Selasa 27 Agustus 2019 (Foto: Sello Jome/ Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Labuan Bajo, Vox NTT- Petani hortikultura di Nanga Nae, Desa Macang Tanggar, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Mabar (Mabar), Provinsi NTT meraup penghasilan 1 juta per hari saat memanen sayur-sayurnya.

Petani yang bernaung di bawah Kelompok Tani Sahabat Nanga itu terdiri dari 6 orang.

Poktan ini menanam sayur di atas lahan seluas  3/4 hektare. Jenis sayur yang ditanami antara lain, kol, brokoli, kacang panjang, parea. Ada juga buah-buahan berupa tomat, kacang tanah, mentimun dan semangka.

Ketua Kelompok Tani Sahabat Nanga Abdul Haris mengaku, kelompok itu sudah berdiri sejak enam tahun yang lalu.

Selama empat tahun sebelumnya, Poktan Sahabat Nanga hanya mengerjakan lahan seluas setengah hectare.

“Baru dua tahun ini kami mengerjakan lahan sebesar ini,” ungkap Abdul kepada VoxNtt.com usai panen raya di Kebun Kelompok Tani Sahabat Nanga, Selasa (27/08/2019).

Ia juga mengaku anggota Poktan Sahabat Nanga sejumlah 25 orang. Namun yang mengerjakan lahan itu hanya enam orang.

Adapun kesulitan yang dialami kelompok, kata Abdul, yaitu air untuk menyirami tanaman sayur mereka. Namun dengan usaha mereka mampu memakai air dari sumur bor yang digali sendiri.

Dengan usaha itu, mereka mampu meraup omset sebesar 1 Juta rupiah per hari dari penjualan sayur-sayuran.

“Kami jual di pasar serta hotel. Dan hasilnya lumayan 1 Juta rupiah perhari,” ungkap Abdul.

Ia berharap agar pemerintah bisa membantu mereka memasarkan hasil panen di hotel-hotel besar di Labuan Bajo. Hal itu agar penghasilan mereka bisa bertambah.

Penulis: Sello Jome
Editor: Ardy Abba

 

Manggarai Barat
Previous ArticleTahun 2018, KPA Matim Dampingi 109 ODHA
Next Article Marsel Ahang Nilai Keputusan Polres Manggarai Cacat Formil

Related Posts

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

RRI Labuan Bajo dan Plataran Komodo Gelar Donor Darah, Perkuat Aksi Kemanusiaan di Manggarai Barat

3 Maret 2026

Kades Golo Riwu Luncurkan Program “Investor Serbu Desa”, Andalkan Porang Hadapi Risiko Krisis 2026

3 Maret 2026
Terkini

Kisah Nangadhero, Desa Pesisir di Nagekeo Tempat Petani dan Nelayan Menjaga Harmoni

7 Maret 2026

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.