Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»KESEHATAN»Atasi Stunting, Pemda Malaka Turunkan Ahli Gizi ke Desa-desa
KESEHATAN

Atasi Stunting, Pemda Malaka Turunkan Ahli Gizi ke Desa-desa

By Redaksi28 Agustus 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Masyarakat desa Forekmodok berpose bersama staf Dinas Kesehatan Kabupaten Malaka dalam kegiatan sosialisasi makanan bergizi (Foto: Frido/VoxNtt.com)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Betun, Vox NTT-Pemerintah kabupaten Malaka terus gencar memerangi masalah stunting di daerah itu.

Salah satu cara yang dilakukan ialah dengan memberikan makanan tambahan bergizi bagi balita di seluruh kabupaten Malaka.

Agar kegiatan ini berjalan lancar, Bupati Malaka, Stef Bria Seran menggerakan Dinas Kesehatan Kabupaten Malaka agar menurunkan tenaga ahli gizi ke kampung-kampung.

Di desa Forekmodok misalnya, Kepala Puskesmas, Weliman Stanis Klau, Yulius Nahak (ahli gizi)  dan Jeni Y Bria (Pengelola Gizi Puskemas Weliman) melakukan sosialisasi pentingnya asupan gizi serta membagikan makanan tambahan bagi ibu hamil dan balita.

Kegiatan yang berlangsung pada 23 Agustus 2019 itu dihadiri para ibu kader PKK, masyarakat desa Forekmodok, dan aparat desa Forekmodok.

Pantauan VoxNtt.com, masyarakat setempat sangat antusias menghadiri kegiatan tersebut.

Kepala Desa Forekmodok, Daniel Moruk menegaskan akan terus mengawal dan menggerakan seluruh masyarakat desa untuk  hidup sehat dan mulai mengupayakan makan makanan bergizi.

“Saya akan bantu pemerintah daerah untuk menyukseskan program ini dengan mewajibkan semua masyarakat menanam sayuran hijau di pekarangan rumah dan menanam kelor,” pungkas Daniel.

Kades Daniel bersama staf dinas kesehatan Malaka juga akan mengadakan sosialisasi dan evaluasi sebulan 2 kali.

Sementara Jeni Y Bria, pengelolah Gizi puskesmas Weliman mengatakan pihaknya serius mendorong masyarakat untuk memanfaatkan pekarangan rumah sebagai lahan menanam tanaman bergizi.

“Setiap rumah wajib menanam daun Kelor,” tuturnya.

Penulis: Frido Raebesi

Editor: Irvan K

Bupati Malaka Malaka Stunting
Previous ArticleIKIP Budi Utomo Malang Baik-baik Saja
Next Article Polemik Anggaran Bencana antara BPBD vs DPRD Nagekeo, Bakal Jadi “Bencana” Baru?

Related Posts

RSUD Aeramo Luncurkan Inovasi Layanan “Bahagia Kita”

4 Maret 2026

RRI Labuan Bajo dan Plataran Komodo Gelar Donor Darah, Perkuat Aksi Kemanusiaan di Manggarai Barat

3 Maret 2026

NTT Dapat 7 Dokter Spesialis di Batch Ketiga, Pemprov Siapkan Skema Penempatan dan Dukungan Pengabdian

27 Februari 2026
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.