Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Human Trafficking NTT»Wagub NTT: Kami Tetap Kirim TKI
Human Trafficking NTT

Wagub NTT: Kami Tetap Kirim TKI

By Redaksi19 September 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Konferensi Studi Nasional (KSN) Perhimpunan Katolik Republik Indonesia (PMKRI) se- Indonesia tahun 2019 di Mileenium Ballrom Kupang. (Foto: Sandy Hayon/ Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT-Wakil Gubernur NTT Josef A Nae Soi menyatakan, pihaknya akan tetap mengirim Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal provinsi itu ke luar daerah ataupun negeri.

Hal itu disampaikan Wagub Josef saat memberikan sambutan sekaligus membuka kegiatan  Konferensi Studi Nasional (KSN) Perhimpunan Katolik Republik Indonesia (PMKRI) se- Indonesia tahun 2019 di Mileenium Ballrom Kupang, Rabu (18/09/2019).

“Kami di NTT sudah bertekad untuk melakukan moratorium yang pertama adalah TKI. TKI yang ilegal no way (tidak mungkin). Tidak melalui pelatihan dan dikirim dari NTT, jangan coba-coba. Pengiriman TKI silakan tapi jelas,” ujarnya.

Kendati demikian Josef mengaku, banyak pihak yang mengatakan agar pemerintah tidak lagi mengirim TKI asal NTT.

“Tetapi saya katakan tidak. Kami  tetap kirim dan kami tidak pakai PT TKI lagi. Kami yang akan urus sendiri,” tegasnya di hadapan ribuan mahasiswa itu.

Pria kelahiran 22 September 1952 itu menjelaskan, TKI asal NTT yang kirim ke luar negeri hanya dalam jangka waktu maksimum  3 tahun.

“Uang Anda (TKI) seper tiga belanja di sana (daerah kerja), dua pertiga Anda simpan di NTT, supaya anda pulang punya uang,” tukasnya.

Karena lanjut dia, setelah 3 tahun TKI itu akan pulang dan membangun kembali daerah NTT.

Dia juga menjelaskan Pemerintah Provinisi NTT juga sudah melakukan moratorium pertambangan.

“Yang sudah ada izin kami stand pas saja, tetapi jangan dulu eksploitasi. Maka untuk menghormati izin sangat diperlukan berbagai pertimbangan,” ujarnya.

Yang mana tambah dia, jika sudah melakukan eksploitasi, maka para investor punya kewajiban untuk melestarikan atau konvervasi kembali wilayah atau daerah yang sudah dikelola.

Pada kesempatan itu pria berdarah Mataloko Kabupaten Ngada itu, meminta pemuda NTT harus bersikap kritis tetapi bukan radikal.

“Radikal dalam pemecahan masalah saya setuju, radikal dalam menyampaikan pendapat saya sangat setuju,” imbuhnya.

Penulis: Sandy Hayon
Editor: Ardy Abba

Manggarai Timur PMKRI
Previous ArticleWily Lay Merapat ke Kandang Moncong Putih
Next Article Bertarung di Pilkada Malaka, Wandelinus Taolin Daftar ke PDIP

Related Posts

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Jaringan Masyarakat Sipil Audiensi dengan Komisi V DPRD NTT Bahas Kasus Perdagangan Orang

5 Maret 2026

Perjuangan Mama Martina, Banting Tulang untuk Hidupi Keluarga sembari Rawat Suami Stroke

5 Maret 2026
Terkini

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.