Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NASIONAL»Polda Metro Jaya Tangkap Jurnalis Dandhy Laksono
NASIONAL

Polda Metro Jaya Tangkap Jurnalis Dandhy Laksono

By Redaksi27 September 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Dandhy Dwi Laksono (Foto: Tempo.co)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Vox NTT- Penyidik Direktorat Tindak Pidana Kriminal Khusus Polda Metro Jaya menangkap jurnalis dan aktivis Dandhy Dwi Laksono.

Polisi menuduh Dandhy menyebar kebencian berbau suku, agama, ras, dan antargolongan.

Dilaporkan Liputan6.com, Dandhy tergabung dalam Aliansi Jurnalis Independen (AJI). Ia ditangkap atas posting-an di sosial media tentang Papua.

Dandhy merupakan jurnalis yang malang melintang di dunia kewartawanan dengan spesialisasi investigasi. Media cetak, televisi, radio, dan online pernah dia geluti. Medan konflik bukanlah hal baru bagi Dandhy, Aceh salah satunya.

Ia merupakan pendiri rumah produksi audio-visual Watchdoc bersama seorang rekannya yang juga seorang jurnalis. Andhy Panca Kurniawan. Beberapa karya dia lahirkan, seperti ‘Indonesia for sale’ dan juga ‘Jurnalisme Investigasi’.

Isu-isu hak asasi manusia kerap disuarakan pria kelahiran Lumajang 43 tahun lalu melalui karya jurnalistik. Karya terakhir yang sangat fenomenal dan menyentak adalah Sexy Killers yang mengungkap praktik culas di balik bisnis tambang batubara.

Video berdurasi 1 jam 28 menit itu tercatat ditonton 26,5 juta orang sejak diluncurkan 13 April 2019. Di dalam karyanya, Dandhy dan WatchDoc memunculkan sisi kelam dampak dari bisnis batubara. Bagi pemodal sangat menggiurkan, namun bagi lingkungan dan masyarakat sekitar cukup memprihatinkan.

Berurusan dengan hukum adalah bukan pertama bagi Dandhy. September 2017, dia dipolisikan Relawan Perjuangan Demokrasi (Repdem) Jawa Timur, organisasi sayap PDI Perjuangan karena dianggap menghina Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

Dandhy ditangkap penyidik Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Kamis (26/9/2019), sekitar pukul 23.00 WIB, di Jatiwaringin, Pondok Gede, Bekasi, Jawa Barat.

Sekitar pukul 22.30 WIB Dandhy baru tiba di kediamannya. Selang beberapa lama kemudian, terdengar ada tamu yang menggedor-gedor pagar rumah dan langsung dibuka oleh Dandhy.

Aparat membawa surat penangkapan dan sedikit menjelaskan bahwa postingan Dandhy di media sosial mengenai Papua.

Polisi yang berjumlah 4 orang itu lantas membawa Dandhy dengan Fortuner bernomor polisi D 216 CC. Dandhy kabarnya dibawa ke Polda Metro Jaya.

“Penangkapan disaksikan oleh 2 satpam RT,” ujar salah satu kerabat Dandhy melalui telepon seluler.

Sumber: Liputan6.com

Nasional
Previous ArticleAksi Jalan Mundur dan Tujuh Tulisan Menggelitik ala Mahasiswa Maumere
Next Article Gubernur Viktor: Kalau Presiden Tidak Suruh Stop, Saya Jalan Terus

Related Posts

Perkuat Kedamaian dalam Bingkai Toleransi, Benny Harman Buka Puasa Bersama Umat Muslim di Labuan Bajo

27 Februari 2026

GMNI Kritik Presiden Prabowo, Akses Ekspor Nelayan Dinilai Tak Signifikan Tanpa Perbaikan Kepemilikan Kapal

17 Februari 2026

Benny Harman: Jurnalis Berperan Jaga Hukum dan Pluralisme di Labuan Bajo

10 Februari 2026
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.