Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Sastra»Katastrofe Bangsa Indonesia 
Sastra

Katastrofe Bangsa Indonesia 

By Redaksi29 September 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi (Foto: Istimewa)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

*) Puisi-Puisi Melki Deni 

Kenari di bawah Hujan Renyai 

Di samping taman kampus; hujan renyai bertari lagi, 

tersembunyi di bawah mulut daun bunga melati.

Sekelompok burung kenari menyanyi di bawah hangatnya mentari pagi.

Sayap-sayapnya masih basah dihujani embun pagi sekali. 

Petir yang tetiba menyambar, mengusir pergi. 

Mengukur waktu dengan melintasi peta bumi yang mahaluas ini. 

 

Jika Suatu Hari Nanti 

Jika  suatu hari nanti,

Tanganmu tak bisa menampar lagi,

Mata pun mulai rabun kembali.

Namun dalam jejak-jejak riwayatku ini,

Aku takkan pernah rela selesai.

 

Jika  suatu hari nanti,

Kakimu tak sanggup menyentuh tanah lagi,

Telinga pun tuli kembali.

Namun dalam syair-syair pusakaku ini,

Aku takkan pernah sudi akhiri.

 

Jika  suatu hari nanti,

Hidungmu sulit bernapas lagi,

Mulut pun bisu kembali.

Namun dalam kitab-kitab bumi ini,

Aku takkan tega habisi.

Kekasih dari Surga

Di bawah bulan susut dan pohon mangga,

Ada ribuan kunang-kunang menyongsongmu di depan gapura istana.

Kataku: sebelum matahari panas tergesa-gesa,

Sebelum langit bisa mengira waktu kita.

 

di depan gapura dan lampu gas menyintas,

Ada ratusan pasukan teras menyambutmu pada batas.

Pintaku: sebelum binatang-binatang buas dilepas,

Sebelum tugas-tugas bumi sudah tuntas.

 

di teras istana dan lentera selalu menyala,

Ada ribuan penari tari gambus mengiringimu ke dalam istana raja.

Gumamku: sebelum dunia kenal kekasihmu dari surga,

Sebelum tetangga-tetangga kita merampas dia.

 

Katastrofe Bangsa Indonesia 

Hari-hari ini, kota-kota metropolitan menggigil, 

Rakyat pinggiran dilema, bangsa tercinta dilanda ancaman bencana berpotensi bahaya. 

Dari corong kepentingan elite-elite dan teknokrat berwawasan kenegaraaan yang kerdil. 

Bangsa Indonesia dibawa entah ke mana. 

 

Pulau-pulau Nusantara bergemuruh ketakutan,

Keputusan wakil rakyat, katanya, memang tidak bisa dibatalkan.

Rakyat ditindih di atas kepentingan-kepentingan. 

Tapi rakyat berhak bereaksi tuk mengalami keadilan dan kesejahteraan. 

Mahasiswa dan aktivis pun pantas mengikuti kuliah kewarganegaraan di jalan dan lapangan. 

 

23 September 2019 Ibu Pertiwi bersusah hati lagi, 

Roh kebijaksanaan para leluhur negeri mati tanpa disepakati. 

Wakil rakyat mengebiri kekuatan KPK tanpa diskursus dan serba tergesa-gesa. 

KPK: Kiamat Pemberantasan Korupsi, katanya.

 

*Melki Deni, Mahasiswa Sekolah Tinggi Filsafat Katolik Ledalero, Maumere. Penyair aktif menulis puisi dan cerpen pada koran lokal dan nasional. Bergabung dalam KMK dan ALTHEIA. 

 

Melkisedek Deni
Previous ArticleDPRD NTT: Penutupan Pulau Komodo Harus Ada Planning yang Jelas
Next Article Negara Masuk Selangkangan, Tus Masuk Bui

Related Posts

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Pendoa Bermata Biru

23 Februari 2026
Terkini

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026

Kisah Nangadhero, Desa Pesisir di Nagekeo Tempat Petani dan Nelayan Menjaga Harmoni

7 Maret 2026

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.