Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»VOX POPULI»VOX GURU»Video: Isak Tangis Guru Teko Warnai Pelantikan Pimpinan DPRD Belu
VOX GURU

Video: Isak Tangis Guru Teko Warnai Pelantikan Pimpinan DPRD Belu

By Redaksi11 Oktober 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Atambua, Vox NTT-Ada peristiwa kontras yang mewarnai sidang paripurna DPRD Belu, Jumat (11/10/2019).

Di tengah gagahnya para pemimpin berdasi, belasan guru kontrak meneteskan air mata atas ketidakadilan yang mereka alami.

Ketidakadilan yang membuat para guru meneteskan air mata lantaran pada SK pengangkatan guru tenaga kontrak (Teko) daerah yang sudah direvisi, nama sejumlah guru tidak terlampir.

Padahal pada SK pertama nama-nama mereka termuat dalam lampiran.

Sementara, para guru mengaku dari sisi persyaratan mereka sudah layak.

Selain memiliki kualifikasi pendidikan yang memadai, para guru ini juga mengaku sudah mengabdi di atas tujuh tahun sebagaimana disyaratkan pada saat proses seleksi berkas.

Salah satu guru dari SD Wirasakti Atambua yang tidak ingin namanya dipublikasikan mengaku sudah mengajar sejak tahun 2011 sebagai guru kelas. Ia kemudian menyampaikan nada protes penuh kekecewaan.

Di hadapan Bupati Belu Wilybrodus Lay dan Ketua DPRD Belu Junior Manek Seran, ia menuturkan bahwa pada  SK yang diserahkan pada 9 September 2019 lalu namanya ada. SK itu diserahkan Bupati Wily.

Namun, namanya kemudian tidak terdapat dalam lampiran SK hasil revisi.

“Kalau begitu pada SK pertama, jangan kasih masuk memang nama kami biar supaya adil. Kami ini sudah lama mengabdi kasihan,” ujarnya.

Hal senada juga diungkapkan beberapa orang guru dengan nada terbata-bata.

Penulis: Marcel Manek
Editor: Ardy Abba

Simak Videonya!

Belu DPRD Belu Guru Teko
Previous ArticleWarga As Manulea dan Umutnana Terima Bantuan PKH
Next Article Setelah Dilantik, Komisi Informasi NTT Fokus Sosialisasi

Related Posts

Pemberhentian Guru SMAN 1 Lamaknen Selatan, Ujian Akuntabilitas Pendidikan Perbatasan

22 Februari 2026

Dosen Unwira Kupang Soroti Dugaan Pemotongan Gaji di SMAK Pancasila Borong

14 Februari 2026

Sempat Libur Akibat Polemik Gaji Guru, SMP Stanislaus Borong Kembali Gelar Kegiatan Belajar

13 Februari 2026
Terkini

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026

Kisah Nangadhero, Desa Pesisir di Nagekeo Tempat Petani dan Nelayan Menjaga Harmoni

7 Maret 2026

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.