Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Ekbis»Pemda Alokasi 1,6 Miliar Bangun Tambatan Perahu di Pulau Ende
Ekbis

Pemda Alokasi 1,6 Miliar Bangun Tambatan Perahu di Pulau Ende

By Redaksi22 Oktober 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kondisi bangunan tambatan perahu di Desa Rorurangga Kecamatan Pulau Ende (Foto: Ian Bala/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ende, Vox NTT-Pemerintah Daerah Ende mengalokasikan 1,6 Miliar untuk membangun tambatan perahu di Desa Rorurangga, Kecamatan Pulau Ende.

Tambatan perahu itu dibangun untuk memenuhi kebutuhan nelayan serta pengusaha jasa angkutan laut dari dan ke Pulau Ende.

“Selama ini memang nelayan dan perahu motor pengangkut penumpang di wilayah ini kesulitan untuk menyandarkan perahu milik mereka di wilayah ini karena tidak ada dermaga,” kata Kepala Bidang Perhubungan Laut, Dinas Perhubungan Dismas Demu kepada awak media belum lama ini.

Ia menuturkan, selain di Pulau Ende, pemerintah juga membangun tambatan perahu di Kecamatan Nangapanda dan Kecamatan Maurole.

“Identifikasi kita memang di wilayah-wilayah itu sangat membutuhkan akses transportasi laut. Jadi, total tahun ini ada tiga tambatan perahu,” kata Dismas.

“Tahun depan juga rencana satu tambatan di Desa Aejeti, Pulau Ende. Desa itu memang akses transportasi laut agak sulit,” sambung dia.

Warga Desa Rorurangga, Faisal mengatakan pembangunan tambatan perahu sangat dibutuhkan masyarakat setempat.

Selama ini, kata dia, akses tranportasi laut menyulitkan karena warga harus menyeberangi laut menggunakan perahu dayung.

“Kita harus basah-basah dulu baru bisa ke perahu motor. Kesulitan kita memang itu,” kata dia.

Faisal mengucapkan terima kasih kepada pemerintah yang telah mengakomodir usulan warga.

“Kita berharap bisa cepat selesai dan bisa dimanfaatkan,” ucap dia.

Penulis: Ian Bala
Editor: Ardy Abba

Ende Pulau Ende
Previous ArticlePLN Targetkan Seluruh Desa di Ende Dapat Akses Listrik Tahun 2019
Next Article PMKRI Ruteng Desak Usut Tuntas Kasus Afra Burga

Related Posts

Gubernur NTT Lantik Direksi PT Flobamor dan KIB, Pemprov NTT Tambah Modal

27 Mei 2026

Pabrik Porang Reok Beroperasi hingga Pagi, Warga Keluhkan Kebisingan Mesin

4 Mei 2026

Warga Sengari: “Kami Hanya Ingin Hirup Udara Segar, Bukan Asap dan Limbah Porang

3 Mei 2026
Terkini

Gabriel Goa Desak Penuntasan Kasus TPPO Mariance Kabu dan Yuliana Dopo

6 Juni 2026

Ahli Waris Yakin PN Kupang Putus Objektif Gugatan Peralihan Sertifikat dan Rumah

6 Juni 2026

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

Peti Persembahan vs Peti Mati

6 Juni 2026

Jejak Skandal AKP Serfolus Tegu: Istri Simpanan, Dugaan Kekerasan hingga Laporan ke Propam

5 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.