Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»VOX POPULI»MAHASISWA»Belum Setahun Menjabat, Ande Agas dan Stef Jaghur Dapat Peti Mati
MAHASISWA

Belum Setahun Menjabat, Ande Agas dan Stef Jaghur Dapat Peti Mati

By Redaksi21 November 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Peti mati untuk pemkab Manggarai Timur. (Foto: Sandy Hayon/ Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT-Sejumlah warga yang tergabung dalam Front Rakyat Matim Bergerak melakukan aksi di Lehong, Kantor Bupati Manggarai Timur (Matim), Provinsi NTT, Kamis (21/11/2019).

Front ini terdiri dari, Liga Mahasiswa Nasional Demokarasi (LMND) eksekutif Kota Ruteng, Perhimpunan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Manggarai dan sejumlah warga pasar Borong.

Dalam aksi itu massa aksi membawa peti mati bertuliskan “RIP Pemkab Matim hidup rakyat”.

Mirisnya peti mati itu diberikan di saat kepemimpinan Agas dan Jaghur belum berusia satu tahun, sejak keduanya dilantik 14 Februari 2019 lalu.

Sorot Kerusakan Mangrove dan Tembok Pembatas

Dari pernyataan sikap yang terima VoxNtt.com, massa aksi menyoroti dua isu penting yang sedang terjadi di Manggarai Timur.

Pertama, pembuatan pagar pembatas di tanah sebelah timur pasar Borong, Kelurahan Rana Loba, Kecamatan Borong.

Menurut massa aksi, dalam Undang-undang Nomor 5 tahun 1960, telah mengamanatkan tentang makna reforma agraria sejati.

Namun praktiknya Pemerintah Matim telah mengabaikan makna dari amanah tersebut, dan ingin menang sendiri dengan cara merampas hak rakyat.

Pemda Matim juga dinilai telah mencederai dan gagal paham terkait hak dan kewajiban warga Negara Indonesia yang sudah diatur dalam UUD 1945 dan UU Nomor 26 tahun 2007 tentang Penataan Ruang.

Selain itu, langkah yang diambil oleh pemerintah sudah mencederai amanat UUD 1945 yang berbunyi keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Tak hanya menyasar ke Pemkab Matim. Aksi tersebut juga menyoroti kinerja DPRD Matim.

Massa aksi menilai DPRD Matim telah melanggar fungsinya sebagai legislator dan pengawasan.

Massa aksi menyebut, DPRD tidak mempunyai kepekaan sosial, dengan apa yang dirasakan masyarakat Manggarai Timur.

Bagi massa aksi, masalah yang terjadi di Manggarai Timur saat ini bukan hanya satu. Tetapi masih begitu banyak persoalan yang menjadi pertanyaan dan polemik di masyarakat.

Kedua, pembabatan mangrove yang terjadi di Kelurahan Kota Ndora, Kecamatan Borong.

Massa aksi menilai, pembabatan mangrove dengan berbagai alasan jelas melanggar UU No 41 tahun 1999 tentang kehutanan.

Di sana diatur larangan penebangan pohon di wilayah 130 kali jarak pasang laut terendah dan laut tertinggi.

Kemudian, ada juga UU Republik Indonesia No 27 tahun 2007 tentang pengelolaan wilayah pesisir dan pulau-pilau kecil.

Massa aksi juga menilai, fungsi UKL dan UPL adalah untuk meminimalisasi kerusakan lingkungan. Tetapi kemudian dalam pelaksanaan justru membenarkan adanya penebangan mangrove.

UKL dan UPL itu dijadikan oleh DLHD (Dinas Lingkungan Hidup) sebagai salah satu perisai pembelaan terhadap penebangan mangrove.

Penulis: Sandy Hayon
Editor: Ardy Abba

Manggarai Timur Matim
Previous ArticleTak Cukup Pamong Menggirangkan Wajah Kota Kupang
Next Article Presiden Jokowi Kenalkan 7 Milenial sebagai Staf Khusus Baru

Related Posts

Kasus Dugaan Korupsi Eks Kadis DP3AKB Manggarai Timur Didorong Masuk Ranah Hukum

23 Mei 2026

Warga Rana Mese Titip Harapan Jembatan Permanen di Wae Musur kepada DPRD Matim

22 Mei 2026

Kasus Kekerasan Anak di Manggarai Timur Masih Tinggi, Pemkab Siapkan Kanal “Pro-Puan Matim”

20 Mei 2026
Terkini

Jejak Skandal AKP Serfolus Tegu: Istri Simpanan, Dugaan Kekerasan hingga Laporan ke Propam

5 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Alarm dari Kupang: Reformasi Radikal Pengendalian PAD

4 Juni 2026

Pemkab Manggarai Barat Usulkan Satgas Perizinan untuk Perkuat Pengawasan Usaha

4 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Tinjau Pembangunan Sanitasi dan Lokasi HPL di Manggarai Barat

4 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.